Polisi Bekuk Sindikat Pencurian Traktor di Bantul

PERISTIWA | 10 Desember 2019 00:30 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Petugas Polres Bantul berhasil membongkar sindikat pencurian traktor sawah lintas polisi. Dari sindikat ini, polisi menangkap tiga orang pelaku. Ketiganya adalah SR (66) warga Depok Sleman, SP (41) warga Kalasan Sleman, dan SY (35) warga Pasarkliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tribudi Sulistiyono mengatakan, pihaknya membekuk ketiga pelaku usai beraksi di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Kamis (5/12) dinihari. Ketiganya saat itu baru saja mencuri dua buah traktor.

Dia menerangkan ketiga pelaku ditangkap usai mendapat laporan terjadi pencurian traktor. Saat itu polisi melakukan pengejaran dan menangkap tiga pelaku di daerah Giwangan, Kota Yogyakarta.

"Pengejaran jam 03.30 WIB pagi. Mobil pelaku dihentikan di sekitar perempatan Giwangan. Sempat ada penembakan di kendaraan pelaku. Akhirnya mobil berhasil dihentikan. Salah seorang pelaku sempat mencoba melarikan diri sehingga kami tembak," katanya, Senin (9/12).

Wachyu menyebut, pencurian traktor ini untuk wilayah Bantul kerap terjadi di Kecamatan Sanden, Kecamatan Bambanglipuro dan Kecamatan Sewon. Biasanya pencurian traktor ini terjadi saat musim panen.

"Sering terjadi pencurian traktor di sawah. Traktor ditinggal di sawah karena pekerjaannya belum selesai. Saat ditinggal itu pelaku mengincarnya," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Dua Pelaku Residivis

Dia mengungkapkan, dua dari tiga pelaku adalah residivis dari kasus serupa. Keduanya pernah menjadi residivis di daerah Surakarta karena kasus yang sama.

"Ketiganya punya peran berbeda-beda. SP dan SR residivis kasus serupa. Dia adalah seorang pemetik. Modusnya SY mengemudikan, SP dan SR melakukan pembongkaran dan setelah berhasil mendapatkan mesin, dia menghubungi lagi untuk mengangkut," ujarnya.

Wachyu mengungkapkan bahwa dari pengakuan pelaku diketahui mesin traktor yang dicuri dijual di daerah Surakarta, Jawa Tengah. Satu mesin dihargai Rp 4 juta.

Dia mengaku, jika dari penangkapan itu pihaknya masih mengembangkan kasus pencurian tersebut. Pasalnya dari pengakuan pelaku tidak hanya melakukan pencurian di satu lokasi.

"Barang bukti yang diamankan adalah dua buah mesin traktor, sebuah mobil, dan kunci-kunci yang digunakan untuk membongkar mesin traktor. Ketiganya dijerat Pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara," tutup Wachyu. (mdk/fik)

Baca juga:
Ketahuan Curi Kotak Amal, Widiyantoro Bacok Marbot Pakai Golok
2 Anggota LSM di Lebak Gasak 44 Karung Beras Bantuan dan Uang Gaji Sopir Truk
13 Kamera Trap untuk Memantau Harimau Dicuri, Dijual Pelaku Rp500 Ribu
Demi Bayar Utang Resepsi Pernikahan, Seorang Pria Curi Motor di UGM
Curi 12 Krat Bir Ukuran Besar, Pelaku Ini Diringkus Polisi

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.