Polisi Bekuk Sindikat Pengganda Uang Palsu di Sleman

Polisi Bekuk Sindikat Pengganda Uang Palsu di Sleman
PERISTIWA | 4 Agustus 2020 22:09 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Petugas kepolisian dari Polres Sleman membekuk sindikat pengganda uang palsu dengan modus memakai mesin pencetak uang berupa printer. Sindikat ini mengaku bisa melipatgandakan uang.

Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah, mengatakan ada tiga orang yang dibekuk. Ketiganya adalah ZAS alias Agung (42) asal Gunungkidul, KAA alias Arif (26) asal Klaten Jawa Tengah, dan JM alias Jimmi (44).

Deni menerangkan, terungkapnya sindikat pengganda uang ini berawal saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat. Kemudian penyidik melakukan penyamaran dan berpura-pura melakukan transaksi dengan sindikat tersebut.

"Kelompok ini meminta tanda jadi DP 10 persen dan itu digunakan untuk operasional mereka. Mereka sempat merekam video memasukkan kertas putih seukuran uang kemudian keluarlah uang Rp100 ribu," kata Deni, Selasa (4/8).

Saat melakukan penyamaran, kata Deni, polisi menyerahkan uang Rp5 juta kepada para pelaku tersebut. Saat diminta untuk mempraktekkan mencetak uang, para pelaku tidak bisa karena beralasan tinta habis.

Deni menyebut para pelaku mengaku mesin pencetak uang yang dipunyanya merupakan buatan Australia. Printer yang diaku buatan Australia ini dimodifikasi dengan ditutupi baja agar lebih meyakinkan.

Deni menuturkan dari penyidikan diketahui bahwa mesin dari Australia ini dipakai oleh pelaku untuk memuluskan aksinya agar calon korbannya percaya. Pelaku, kata Deni, tak bisa mencetak uang dengan mesin tersebut.

"Jadi ini rekayasa di dalam mesin ada printer sudah disetting dimasukkan kertas putih lalu keluar uang Rp100 ribu atau 50 ribu. Yang dikeluarkan memang uang asli karena sudah dipasang dalam mesin,"ungkap Deni.

"Kalau pelaku mengaku baru sekali ini akan melakukan penipuan. Kalau mereka selama ini tidak pernah memproduksi uang. Mereka melihat dari Youtube ingin seperti itu tapi tidak punya kemampuan,"sambung Deni.

Deni menerangkan tiga pelaku ini diamankan di sebuah hotel di daerah Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman pada 11 Juni 2020 yang lalu. Dari tangan pelaku, kata Deni, polisi mengamankan barang bukti yaitu sebuah mesin, uang pecahan 100 ribu sebanyak 8, satu pack tinta, cutter, alat suntikan, dua mobil, dan barang bukti lainnya.

"Pelaku dijerat pasal 378 KUH Pidana. Ancaman hukuman 4 tahun penjara," urai Deni. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami