Polisi Belum Temukan Keberadaan Harun Masiku

Polisi Belum Temukan Keberadaan Harun Masiku
PERISTIWA | 23 Januari 2020 16:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pihak kepolisian mengaku masih belum mengetahui keberadaan Harun Masiku, politikus PDIP tersangka penyuap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

"Sekarang masih kita identifikasi, masih mencari dimana tempat yang bersangkutan berada. Masih dalam proses," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/1).

Menurut Argo, pihaknya terus berkomunikasi dengan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Dan kalau misalkan kita sudah bisa membantu mengetahui keberadaannya kemudian dia bisa diamankan ya akan langsung kita serahkan ke KPK," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri menegaskan pihaknya terus mencari keberadaan politikus PDIP Harun Masiku (HM).

"Upaya mencari dan menangkap HM terus dilakukan," ujar Firli kepada Liputan6.com, Rabu (22/1).

Dia mengaku hingga kini masih terus memburu calon legislatif (caleg) PDIP dapil 1 Sumatera Selatan itu. Firli menegaskan, saat dirinya mengetahui keberadaan Harun, maka akan langsung dia tangkap.

"Kalau tahu tentang keberadaan tersangka, pasti saya tangkap. KPK tegas terhadap kasus tersangka. Siapapun yang tahu tempat dan keberadaan tersangka kasih tahu saya, saya tangkap," kata Firli.

Firli menegaskan, belum tertangkapnya Harun Masiku tak menjadi kendala bagi penyidiknya untuk mengembangkan perkara dan menemukan pihak lain yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Penyidikan tetap berjalan. Proses pemanggilan saksi-saksi juga masih berlangsung," kata Firli.

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
DPR Minta KPK Dalami Dugaan Yasonna Halangi Penyidikan Kasus Harun Masiku
Ketua Komisi III Bela Imigrasi Meski Salah Beri Informasi Keberadaan Harun Masiku
Nasir Djamil Bela Menkum HAM Yasonna Laoly
PKS Minta KPK Periksa Yasonna Karena Diduga Halangi Penyidikan Kasus Harun Masiku
MAKI Gugat KPK karena Banyak Kejanggalan di Kasus Suap Harun Masiku
NasDem Duga Ada Konflik Kepentingan Yasonna dalam Kasus Harun Masiku

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami