Polisi Benarkan AF Tersangka Jual Beli Senpi Ilegal Adalah Istri Purnawirawan

PERISTIWA | 28 Mei 2019 14:26 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Polisi menangkap kelompok penyusup dalam aksi damai di Jakarta pada 21-22 Mei yang berakhir dengan kerusuhan. Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka jual beli senjata api (senpi) ilegal. Polisi menyebut senjata itu akan digunakan untuk membunuh empat tokoh nasional dan pimpinan lembaga survei.

Salah satu tersangka perempuan berinisial AF, disebut yang menyediakan senjata api revolver taurus. Disebut, AF adalah istri seorang purnawirawan TNI. Polisi membenarkan hal itu.

"Iya (seorang purnawirawan)," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Karopenmas Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Dia menegaskan, AF merupakan perantara saja. Yang hanya menjual senjata tersebut.

"Dia dapat senjata, broker. Kemudian senjata itu dia jual," jelas Dedi.

Dedi tak menjelaskan apakah suaminya yang purnawirawan tersebut ikut berperan apalagi yang mengetahui senjata tersebut. Menurut dia, pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait asal senjata api itu.

"Masih didalami," pungkasnya.

Sebelumnya, kepolisian menangkap enam orang tersangka kerusuhan 21-22 Mei 2019. Masing-masing berinisial HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF. Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan, keenam tersangka memiliki peran beragam.

AF berperan sebagai penjual senpi ilegal revolver taurus kepada HK. Dia menerima penjualan senpi Rp 55 juta. AF ditangkap di sebuah bank di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Jumat 24 Mei.

Reporter: Putu Merta Surya Putera

Sumber: liputan6.com

Baca juga:
6 Tersangka Pemilik Senpi Target Bunuh Tokoh Nasional Dibayar Dolar Singapura
Usut Kekerasan Aparat di Aksi 22 Mei, Gerindra Usulkan Bentuk TGPF
Di Paripurna DPR, Fraksi NasDem Minta Dalang Kerusuhan 22 Mei Diungkap
Fakta-Fakta Baru Dibeberkan Polisi, Terungkap Nekatnya Perusuh 22 Mei di Jakarta
Fadli Zon Tuding Ada Upaya Framing Ambulans Gerindra di Demo 22 Mei
Tiga Kelompok Penumpang Gelap 22 Mei: Pemilik Senjata, Perencana Pembunuhan dan ISIS

(mdk/ian)