Polisi Bentuk Timsus Usut Kasus Penipuan Wedding Organizer di Cianjur

Polisi Bentuk Timsus Usut Kasus Penipuan Wedding Organizer di Cianjur
PERISTIWA | 17 Februari 2020 22:02 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Polres Cianjur, Jawa Barat, membentuk tim khusus terkait kasus penipuan yang menimpa puluhan pasang pengantin yang dilakukan pemilik wedding organizer (WO) Hight Level yang berdomisili di Cianjur. Tim khusus itu dibentuk polisi setelah mendapat laporan dari para korban.

"Kami sudah mendapat laporan dua orang korban WO tersebut, bahkan korbannya mencapai 20 orang pasangan dan kemungkinan jumlahnya bertambah, sehingga kami bentuk tim khusus," kata Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Niki Ramdany di Cianjur, Senin (17/2). Seperti diberitakan Antara.

Dia menjelaskan, dibentuknya tim khusus yang terdiri dari 9 orang anggota itu untuk mendalami kasus penipuan yang melibatkan banyak korban dengan nilai total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Sebagian besar korban terbujuk rayu pemilik WO atas nama Bintang Juwita Magfirli (27) warga Gang Angrek, Kelurahan Sayang, Cianjur, memberikan diskon besar-besaran jika korban menyerahkan uang muka terlebih dahulu dari harga yang telah disepakati.

"Setelah harga disepakati sebagian besar korban menyerahkan uang muka dengan janji mendapat potongan harga hingga 50 persen. Setelah uang muka diserahkan, pelaku mulai berkilah dan menghilang," katanya.

Menghilangnya pelaku membuat sebagian besar korban kelabakan dan terpaksa menggelar hajatan pernikahan dengan cara sederhana karena puluhan juta uang yang diserahkan pada pelaku tidak pernah kembali.

Gelar Jagad Raya (24) seorang korban warga Kecamatan Bojong, mengatakan tergiur dengan diskon yang dijanjikan pelaku saat merencanakan pesta pernikahan di salah satu gedung di Cianjur. Pelaku memberikan diskon 50 persen, dengan catatan korban membayar di muka uang untuk pesta pernikahan sebesar Rp30 juta yang awalnya diajukan pelaku sebesar Rp60 juta.

"Tergiur dengan diskon tersebut, saya langsung membayar uang yang diminta pelaku. Namun dua hari menjelang pesta pernikahan kami, pelak tidak pernah muncul dan gedung yang sempat kami datangi bersama pelaku belum ada persiapan sama sekali," katanya.

Mendapati hal tersebut, setelah merayakan pesta pernikahan secara sederhana, Gelar melaporkan hal tersebut ke Mapolres Cianjur, dengan harapan tidak ada lagi korban pengantin yang tertipu.

1 dari 1 halaman

Buka Posko Pengaduan

Polres Cianjur, Jawa Barat, membuat posko pengaduan di ruang Reskrim Mapolres Cianjur, untuk memfasilitasi korban penipuan jasa penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) yang diduga mencapai puluhan orang,

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan dibentuknya posko tersebut untuk memudahkan korban melaporkan penipuan yang dilakukan pemilik WO yang hingga saat ini masih dalam pengejaran petugas.

"Poskonya kami siapkan di depan ruang Reskrim Mapolres Cianjur, agar warga yang menjadi korban dapat mudah melaporkan penipuan yang dilakukan WO yang jumlahnya mencapai puluhan orang," katanya.

Ia menuturkan, hingga saat ini, baru dua orang yang melapor secara resmi ke Mapolres Cianjur. Masing-masing korban telah menyerahkan uang Rp30 juta dan Rp50 juta untuk pesta pernikahan mereka.

Setelah mendapat laporan tersebut, ungkap dia, anggota langsung disebar untuk menangkap pelaku yang sudah terdeteksi keberadaannya. Petugas hingga saat ini disebar ke sejumlah wilayah di Bekasi-Jawa Barat.

"Harapan kami korban dapat melapor untuk memudahkan anggota menjerat pelaku, silahkan datang langsung ke Posko Pelayanan Masyarakat dugaan penipuan WO di Ruang Satreskrim Polres Cianjur," katanya.

Ia menambahkan, pelaku dapat ditangkap dalam waktu dekat karena anggota telah disebar untuk menangkap pelaku."Kami akan langsung proses kalau pelaku sudah berhasil diamankan," katanya.

Seperti diberitakan puluhan pasang pengantin di Cianjur, menjadi korban penipuan WO Hight Level yang beralamat di Gang Angrek, Kelurahan Sayang, Cianjur. Sebagian besar korban tergiur dengan diskon yang diberikan pemilik Bintang Juwita Magfirli.

Setelah menyerahkan uang muka atau melunasi biaya yang diminta, pelaku mulai berkelit dan menghilang, sehingga sebagian besar korban yang bermimpi mengadakan pesta di gedung, terpaksa menggelar pernikahan secara sederhana. (mdk/gil)

Baca juga:
Sistem Provider Longgar, Celah Kejahatan Perbankan
Persiapan Matang Bobol Rekening Ilham Bintang
Tipu 800 Korban, Bos Komplotan KPK dan BIN Gadungan Dibekuk Polres Kebumen
Memilih Wedding Organizer, Percaya Saja Tidak Cukup
Mengaku Bisa Gandakan Uang, Dua Pria Paru Baya Diciduk
Menumpang Tidur di Rumah Korbannya, Polisi Gadungan Ini Malah Ditangkap
Tukang Batagor Tipu Tetangga Rp18 Juta Modus Tarik Harta Soekarno

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami