Polisi bongkar pemalsuan beras di Jakbar beromzet Rp 12 M

Polisi bongkar pemalsuan beras di Jakbar beromzet Rp 12 M
Ilustrasi beras. ©shutterstock.com/Piotr Malczyk
PERISTIWA | 26 Juni 2015 19:36 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Di bulan Ramadan ini, Polda Metro Jaya berhasil membongkar pemalsuan beras dengan omzet Rp 12 miliar. Pemalsuan kualitas beras ini terungkap, setelah polisi menggerebek sebuah gudang bernama Pergudangan Prima di Daan Mogot Jakarta Barat, serta Pergudangan Sentra Kosambi.

"Kami berhasil menangkap pelaku pemalsuan kualitas beras di Daan Mogot dan Kosambi pada 24 Juni 2015," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mudjiono di halaman Direktorat Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/6).

Mudjiono menjelaskan, pemalsuan kualitas beras ini dilakukan dengan mengganti karung beras kualitas biasa merek 'Burung Dara' dengan karung beras kualitas istimewa merek 'RISO'.

"Mereka beli beras merek Burung Dara dengan harga Rp 11.400 per kilogram di Pasar Induk Cipinang, lalu dimasukan beras itu ke karung beras merek RISO dijual dengan harga Rp 31.600 per kilogram," kata dia.

"RISO, katanya kepanjangan Rasa Idaman Semua Orang," jelas Mudjiono sambil tersenyum.

Adapun pada karung beras merek RISO itu memiliki keunggulan dan kualitas istimewa yakni :

1. Beras 'Soil Organik' mutu pilihan

2. 0% Bebas gula dengan karbohidrat rendah

3. Bebas pestisida / bahan kimia

4. 100% Biohigienis bervitamin & bergizi

5. Kualitas No 1 terpercaya

6. Packing yang handal dan kuat

7. Mesin berteknologi modern

8. Tenaga ahli berpengalaman lebih dari 60 tahun.

"Dijual dengan harga mulai Rp 40 ribu per 2 liter, hingga Rp 280 ribu per 10 liter," katanya.

Polisi kini mengamankan satu orang tersangka berinisial G, Direktur Utama perusahaan pemalsu kualitas beras, PT J. Adapun omzet Rp 12 miliar yang didapat G dari bisnis haramnya itu diraih dalam kurun waktu 2 tahun.

Sebelum dimasukkan ke karung beras merek RISO, pelaku sedikit memperbaiki kualitas beras dengan menambahkan aroma dan membersihkan beras dari kutu dan kotoran.

Sebagai barang bukti, polisi mengamankan 30 ton beras dengan merek Burung Dara, 3,7 ton beras merek RISO Soil Organik Sentra Ramos, 1,5 ton beras RISO Soil Organik Pandan Wangi, 14,9 ton beras Ratu Ayu, 660 kg beras Rojo Lele, dan 40 kg beras RISO Biru.

"Kami juga mengamankan alat-alat yang mendukung untuk pengolahan beras menjadi beras dengan kualitas lebih baik, yang di antaranya berupa cairan berbahan kimia," pungkas Mudjiono.

Tersangka G dijerat Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1huruf a, e, f Jo Pasal 9 ayat 1 UU RI No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 139 Jo Pasal 84 (1) dan atau Pasal 141 UU RI No.18 tahun 2012 tentang Pangan. (mdk/ren)

Baca juga:

Jokowi akui masih banyak beras raskin berkutu dan berjamur

Pemkot Bandar Lampung bakal bagi-bagi beras gratis selama Ramadan

Kualitas pangan rendah, beras yang dikonsumsi penuh bahan kimia

Bos Bulog rencana jual gudang beras terbengkalai

Meski di bawah standar, bos Bulog janji serap semua beras petani

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami