Polisi Bongkar Praktik Jual Beli Tembakau Sintesis Beromzet Rp175 Juta Per Minggu

Polisi Bongkar Praktik Jual Beli Tembakau Sintesis Beromzet Rp175 Juta Per Minggu
PERISTIWA | 2 Juni 2020 06:32 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Polres Cimahi mengungkap praktik jual beli tembakau sintetis mengandung narkoba. Tersangka berinisial PS (20) dan DS (19) menjual tembakau tersebut ke wilayah Bandung Raya dengan omzet Rp175 juta per minggu.

Tersangka mengemas kembali tembakau dengan berbagai merek. Di antaranya, Banan Candy, Nataradja Dance Shiva dan Bali Indonesia. Mereka memasarkannya melalui media sosial instagram dengan akun ZETAS.STUFF.

"Biasanya pembeli memesan dan diantarkan langsung dengan pola COD (Cash on Delivery)," ujar Kapolres Cimahi, AKBP Mochamad Yoris Maulana Yusuf Marzuki, saat dihubungi, Senin (6/1).

Yoris menyebut, tersangka PS bisa memproduksi tembakau sintetis setelah mendapatkan bantuan modal berupa uang dan bahan baku berupa bibit narkotika (synthetic cannabinoid) yang didapat dari akun Instagram @COGODS dengan harga Rp16,5 juta. DS membantu untuk mempromosikan produksi temabaku sintetis tersebut di media sosial.

Dalam sekali produksi, para tersangka bisa mendapatkan keuntungan kotor sebesar Rp175 juta. Setiap 1 gram bibit (synthetic cannabinoid) dapat menghasilkan 50 gram tembakau sintetis dengan harga jual per 5 gram seharga Rp350 ribu sampai Rp400 ribu.

"Produk tersangka ini tersangka ini menyebar di Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan beredar juga di beberapa daerah di Wilayah Pulau Jawa," kata dia.

1 dari 1 halaman

Dia mengatakan, penangkapan kedua tersangka dilakukan di pada hari Minggu (31/5) dini hari di Jalan Pasir Kaliki Keluraha Pasir Kaliki Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi. PS mengatarkan lima plastik bening berisikan tembakau sintetis kepada anggota polisi yang menyamar sebagai pembeli.

Setelah itu, dilakukan pengembangan kasus ke Jalan Gg.Warna Cinta Kel. Cibaduyut Kec. Bojongloa Kidul Kota Bandung dengan mengamankan DS. Di kamar kontrakannya, ditemukan barang bukti berupa tembakau sintetis diduga mengandung narkotika hasil produksi, alat bantu untuk memproduksi sabu, seperangkat alat untuk mengemas membungkus temabakau sintetis.

Tersangka PS dan Tersangka DS diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 132 ayat (1) Subsider Pasal 113 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020. Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. (mdk/ray)

Baca juga:
Aktor Dwi Sasono Terjerat Kasus Narkoba
Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Dwi Sasono Mengaku Sebagai Korban
Suami Ditangkap Kasus Narkoba, Widi Mulia Unggah Video Ini
Pemasok Narkoba ke Artis Dwi Sasono Kabur Saat Polisi Datang
Polres Bekasi Ungkap 'Kebun' Ganja di Jakarta Utara

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5