Polisi Bongkar Praktik Pijat Plus-Plus Gay di Tasikmalaya, 1 Orang Ditangkap

PERISTIWA | 21 Agustus 2019 20:38 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Tasikmalaya menangkap lelaki berinisial ADH (26), tersangka kasus prostitusi berupa bisnis pijat plus-plus sesama jenis kelamin. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro menyebut bahwa kasus itu bermula dari laporan warga atas unggahan tersangka ADH di media sosial.

"Tersangka ADH ini mengunggah layanan pijat plus-plus dengan foto dua lelaki tanpa busana," ujarnya, Rabu (21/8).

Menyikapi hal tersebut, polisi melakukan pendalaman dan menangkap ADH di kediamannya, Cihideung, Kota Tasikmalaya. Setelah dilakukan pemeriksaan, status ADH naik menjadi tersangka.

"Saat mengamankan tersangka, kita mengamankan juga sejumlah barang bukti HP dan juga tangkapan layar unggahan tersangka di media sosial. Barang bukti tersebut kita akan gunakan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ADH sudah melakukan kegiatannya selama dua bulan terakhir. "Tersangka diduga menawarkan layanan pijat plus-plus kepada sesama jenis. Semuanya laki-laki," ungkapnya.

Dadang menyebut bahwa ADH dikenakan pasal 45 ayat 1 undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan pasal 30 dan 32 undang-undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi. "Ancaman hukumannya kurungan maksimal enam tahun penjara," pungkasnya.

Baca juga:
Gerebek Panti Pijat Plus di Kediri, Polisi Amankan Terapis ABG
Dinsos Kesulitan Bina Terapis Pijat Plus-Plus karena Banyak Backing
Terjaring Razia, 13 Terapis Panti Pijat di Tangerang Direhabilitasi ke Panti Sosial
Ekspresi Wanita-Wanita yang Terjaring Razia Panti Pijat di BSD
Satpol PP Bongkar Praktik Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Ruko BSD
17 Terapis di Surabaya tertangkap basah sedang mesum dengan tamu

(mdk/cob)