Polisi Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu di Jember, Rp662 Juta Disita

PERISTIWA » MALANG | 6 Desember 2019 01:32 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur membongkar praktik sindikat peredaran uang palsu (upal) di kawasan Jember. Terkait dengan kasus ini, polisi menyita barang bukti uang palsu dari para tersangka kurang lebih sebanyak Rp662 juta.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, dari kasus ini Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap dua tersangka yang masing-masing memiliki peran berbeda. Kedua orang tersebut diketahui bernama Uud Zainnudin dan Sukriyanto.

"Tersangka UU yang memproduksi dan tersangka S yang mengedarkan," ujarnya, Kamis (5/12).

Dia menambahkan, terbongkarnya peredaran uang palsu ini berawal dari adanya laporan masyarakat. Kapolda menyebut, masyarakat kalangan bawah lah yang menjadi sasaran dari para pelaku peredaran uang palsu ini.

"Sasaran peredaran masyarakat kelas bawah. Setelah mendapat laporan, penyidik melakukan penyamaran dan lain-lain, akhirnya didapat lah pengungkapan sampai ke tempat pembuatannya," tegasnya.

Untuk setiap kali transaksi, tersangka menjual Rp3 juta uang palsu ditukar dengan uang asli sebanyak Rp1 juta. "Tiga banding satu. Tukar Rp3 juta dibeli dengan uang asli Rp1 juta," paparnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jatim Kombes Pol Pitra Andrias Ratulangi mengatakan, pembuatan uang palsu oleh tersangka Uud ini terbilang berkualitas bagus. Sebab jika pada umumnya upal itu jika diraba terasa halus, maka upal yang dicetak tersangka ini terasa kasar seperti uang asli.

"Jika umumnya uang palsu itu bila diraba terasa halus, maka yang ini ada kasarnya. Jadi orang tidak akan langsung curiga," tegasnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini dari pengakuan tersangka peredaran upal tersebut baru terjadi di Jember. Namun dari pengakuan salah satu tersangka pula, uang sebesar itu rencananya akan diberikan pada sang pemesan yang disebutnya berada di Sumatera Utara (Sumut).

"Katanya ada yang pesan dari Sumut. Tapi ini masih kita kembangkan lagi," tandasnya

Terkait dengan kasus ini, polisi berhasil menyita upal sebanyak Rp662.050.000. Dengan rincian, sebanyak Rp633.700.000 berupa pecahan Rp100 ribuan dan sisanya sebanyak Rp28.350.000 berupa pecahan Rp50 ribuan.

"Selain itu kita juga sita peralatan yang digunakan untuk mencetak uang palsu," tambahnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Pergi ke Bekasi, Seorang Pria di Malang Beli Uang Palsu Rp21 Juta
Belanja Telur Pakai Uang Palsu, Ibu Rumah Tangga di Deli Serdang Masuk Bui
2 Pengedar Uang Palsu di Deli Serdang Ditangkap saat Beli BBM Eceran
Dua Pelaku Peredaran Uang Palsu Ditangkap di Cirebon
Menekan Pemalsuan Uang di Daerah Wisatawan
3 Alasan PPATK Dorong Pelarangan Transaksi Tunai di Atas Rp100 Juta

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.