Polisi: Cuitan Dandhy Mengandung SARA, Belum Bisa Dicek Kebenarannya

PERISTIWA | 27 September 2019 17:25 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, postingan yang dilakukan oleh sutradara film Sexy Killers, Dandhy Dwi Laksono tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dandhy ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyebaran kebencian karena cuitan di akun Twitternya terkait Papua pada 23 September 2019.

"Berawal dari postingan di media sosial milik DDL, postingan dalam tulisan itu menggambarkan kegiatan di Papua yang belum bisa dicek kebenarannya," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (27/9).

Postingan Dandhy itu diduga dapat memprovokasi masyarakat yang mana bisa membenci suatu kelompok tertentu.

"Postingan itu mengandung ujaran kebencian dan isu SARA. Makanya tadi malam, kita lakukan penangkapan," ujarnya.

Meski berstatus sebagai tersangka, Dandhy dipersilakan pulang oleh aparat kepolisian pada Jumat (27/9) pagi dini hari setelah ia menjalani pemeriksaan pada Kamis (26/9) malam.

Dandhy dijerat Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik tentang penyebaran ujaran kebencian terhadap individu atau suatu kelompok berdasarkan SARA.

1 dari 1 halaman

Dijemput Jelang Tengah Malam

Pendiri rumah produksi Watchdoc Dandhy Dwi Laksono dikabarkan ditangkap penyidik Polda Metro Jaya. Aparat menuduh kreator film dokumenter Sexy Killers ini telah menyebarkan kebencian.

Penangkapan dilakukan aparat di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/9), sekitar pukul 23.00 WIB.

Sekitar pukul 22.30 WIB Dandhy baru tiba di kediamannya. Selang beberapa lama kemudian, terdengar ada tamu yang menggedor-gedor pagar rumah dan langsung dibuka oleh Dandhy.

Aparat membawa surat penangkapan dan sedikit menjelaskan bahwa postingan jurnalis senior ini di media sosial mengenai Papua.

Polisi yang berjumlah 4 orang itu lantas membawa Dandhy dengan Fortuner bernomor polisi D 216 CC. Dandhy kabarnya dibawa ke Polda Metro Jaya.

"Penangkapan disaksikan oleh 2 satpam RT," ujar salah satu kerabat Dandhy melalui telepon seluler. (mdk/rnd)

Baca juga:
Polda Metro Soal Penangkapan Dandhy Laksono: Polisi Bisa Membuat Laporan Sendiri
Dandhy dan Ananda Badudu Ditangkap, Istana Akan Komunikasi dengan Kapolri
Saat Jokowi Balik Badan Ditanya Penangkapan Dandhy dan Ananda Badudu
Ini Kicauan Dandhy Laksono di Twitter yang Membuat jadi Tersangka
Dandhy Dwi Laksono dan Ananda Badudu Ditangkap Polisi, Dian Sastro Buka Suara