Polisi Diminta Lebih Konsisten saat Penerapan New Normal Dibandingkan PSBB

Polisi Diminta Lebih Konsisten saat Penerapan New Normal Dibandingkan PSBB
PERISTIWA | 30 Mei 2020 20:32 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Sudah tiga periode sejak April penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Jakarta, polisi telah melakukan berbagai upaya dan penjagaan kepada masyarakat dan akan berakhir pada 4 Juni nanti. Bersamaan dengan itu, polisi tengah bersiap menghadapi new normal atau kenormalan baru.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta, kepada kepolisian sebelum merencanakan persiapan new normal. Polisi diminta harus konsisten dalam menerapkan PSBB sebelum memulai new normal.

"Karena itu polisi diminta harus konsisten terlebih dahulu, karena selama PSBB kemarin itu pengawasan yang efektif hanya pagi dan sore. Sedangkan siang dan malam cenderung tidak ada pengawasan, maka itu dulu berdasarkan hasil penerapan PSBB kemarin," ujar Neta saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (30/5).

Selain itu, dia mengingatkan kepada kepolisian atas sifat konsisten mereka harus memakai pendekatan persuasif, karena tidak memiliki hak tindakan dasar hukum dalam menertibkan masyarakat pada PSBB maupun new normal nanti.

"Walaupun ada pejabat polisi yang mengatakan bisa dikenakan pasal sekian-sekian itu tidak kuat. Karena Undang-Undang Karantina itu tidak bisa diterapkan pada PSBB maupun kondisi pendoman new normal nanti," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Polisi Harus Beri Contoh

Selain soal penyekatan dan pendekatan, Neta menuturkan pihak kepolisian harus konsisten atas apa yang disampaikan terkait dengan protokol kesehatan, sebagai contoh bagi masyarakat.

"Seperti kejadian yang di IPDN kemarin, seharusnya polisi dapat bertindak tegas atas hal itu kan, karena kalau polisi tidak konsisten masyarakat juga tidak akan menghargai imbauan-imbauan dari polisi," ucapnya.

"Karena disaat polisi, satu sisi melarang disatu sisi yang lainnya membiarkan, masyarakat bisa nggak peduli sama polisi. Mereka bisa tidak menghargai lagi imbauan itu, apalagi dasar hukumnya tidak kuat kan. Jangan sampai kerja keras polisi nantinya, sia-sia," tambahnya.

Atas sebab itu, Neta mengatakan penerapan new normal hanya bisa dilakukan dengan baik jika penerapan PSBB dijalankan dengan konsisten.

2 dari 2 halaman

Persiapan Polisi Saat New Normal

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, polisi siap mengawal kebijakan pemerintah untuk mengontrol aktivitas masyarakat, supaya tak mengabaikan protokol kesehatan dalam menerapkan new normal nanti.

"Cara bertindak pertama, tidak akan lari dari protokol kesehatan, mengedepankan protokol kesehatan bagaimana orang pakai masker, bikin pos di sana, satu pintu, kan banyak protokol-protokol kesehatan yang dilaksanakan," kata Yusri, Jumat (29/5)

Menurut dia, dalam pelaksanaannya nanti, new normal tidak jauh berbeda dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Keduanya sama-sama mengedepankan protokol kesehatan.

"Oh iya, pengawasannya (mirip PSBB). PSBB kan juga mengacu protokol kesehatan. Di jalan harus pakai masker, harus bersih-bersih kemudian pakai hand sanitizer," ujar dia.

Lebih jauh, Yusri mengatakan, pihaknya juga mengerahkan personel di yang ada di tiap-tiap Polres. Saat ini skenario pengawalan new normal sedang dalam pembahasan antara Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya.

"TNI-Polri sudah siap. Kesiapan personel, bagaimana cara bertindak di lapangan sudah kita siapkan semuanya," ucap dia. (mdk/gil)

Baca juga:
Dua Aspek Ini Jadi Penilaian Daerah Boleh Menerapkan Normal Baru Saat Wabah Corona
Sambut Kenormalan Baru, Penerbangan di Natuna akan Kembali Dibuka
Kepala Daerah Harus Lakukan Tahapan Ini Sebelum Terapkan New Normal
Survei LSI Denny JA: Lima Alasan 5 Juni Warga Bisa Kerja Kembali
Pemerintah Siapkan Protokol Kesehatan untuk ABK Saat Kenormalan Baru

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5