Polisi Duga Ada Kelalaian Kerja Hingga Proyek Double Track Bogor-Sukabumi Longsor

PERISTIWA | 17 November 2019 18:04 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Polisi menduga ada unsur kelalaian kerja dalam peristiwa longsor yang terjadi pada proyek pembangunan tembok penahaan tanah rel ganda kereta api relasi Bogor-Sukabumi di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/11).

"Masih penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi. Karena dalam proses pekerjaan ada pengikisan tanah. Meski tanpa hujan, lama-kelamaan akan longsor," kata Kapolres Bogor AKBP M Joni, Minggu (17/11).

Sejauh ini, pihaknya sudah memeriksa empat pekerja sebagai saksi. Sementara pimpinan perusahaan penyedia jasa, belum diperiksa karena masih sibuk mengurus korban terdampak.

"Saat ini baru memanggil empat pekerja sebagai saksi. Sementara pimpinan masih sibuk mengurus korban," kata Joni.

Sementara ini, pihak kepolisian menduga ada pengikisan tanah dalam pengerjaan pembangunan tembok penahan tahan di pinggir rel kereta api. Menurutnya, meski tanpa hujan, pengikisan bisa berakibat longsor.

"Kita masih proses pemeriksaan, nanti setelah itu baru ditentukan apakah ini kelalaian kerja atau bencana alam," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Dua Korban Jiwa

Proyek pembangunan jalur ganda (double track) rel kereta api Bogor-Sukabumi di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, memakan korban. Dua orang pekerja meninggal dunia akibat tertimbun longsor yang terjadi di proyek itu, Sabtu (16/11) pukul 07.00 WIB.

Kapolres Bogor, AKBP M Joni mengungkapkan, ada lima pekerja menjadi korban longsor tebing setinggi 10 meter itu, namun tiga orang lainnya berhasil diselamatkan petugas.

"Dua meninggal dunia karena tertimpa besi beton, sementara dua lagi bisa selamat dan satu luka ringan. Sementara kita pasang garis polisi dikhawatirkan ada longsor susulan," kata Joni.

Diketahui korban tewas bernama Muhamad Hanapi (30) dan Tri Wisnu Mukti (34). Sementara korban luka yakni Sukardi (44), Parjo (47) dan Sarpin (34). Seluruh korban merupakan pekerja pembangunan rel ganda Bogor-Sukabumi milik PT KAI.

Joni menjelaskan, sebelum longsor terjadi, sekitar pukul 07.00 WIB, 8 orang pekerja sedang mengerjakan retaining wall (tembok penahan tanah) KM 15 rel kereta api relasi Bogor-Sukabumi.

"Kemudian tiba-tiba tanah tebingan longsor. Empat orang berhasil lari namun lima lainnya sempat tertimbun dan hanya dua yang berhasil diselamatkan usai kita lakukan pencarian dengan dibantu dua alat berat," jelasnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Lima Pekerja Tertimbun Longsor Proyek Double Track Bogor-Sukabumi, 2 Tewas
Pekerja Tambang Tanah Clay di Kuranji Padang Tertimbun Material Tanah
Tiga Pekerja Proyek Turap Dinas PUPR Bogor Tertimpa Longsor
Hendak Bersih-bersih, Tangan ART Justru Terjepit Mesin Penggilingan
Koran Dibakar, Penyebab Ledakan Septic Tank Tewaskan Satu Orang di Jaktim
Pasang Baliho di Depok, Seorang Pekerja Tersengat Listrik