Polisi Fokus Tangani 4 Wilayah Zona Merah di Jateng

Polisi Fokus Tangani 4 Wilayah Zona Merah di Jateng
Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 17 Juni 2021 09:44 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polda Jawa Tengah (Jateng) kini tengah fokus dalam menangani Covid-19 yang aktif di empat wilayah yakni Kudus, Demak, Sragen dan Semarang. Karena, empat wilayah tersebut telah masuk dalam zona merah.

"Dari 14 Kabupaten di Jawa Tengah yang masuk dalam zona merah kita fokuskan penanganannya di tiga kabupaten dan satu kota. Yaitu, Kudus, Demak, Sragen dan Semarang. Ini dilakukan karena kasus aktif di tiga wilayah tersebut sudah di atas 600 hingga 700," kata Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dalam keterangannya, Kamis (17/6).

Menurut jenderal bintang dua ini, penyebaran virus corona di Jawa Tengah berawal dari adanya kegiatan syawalan, hajatan, ziarah keagamaan serta kunjungan tempat wisata usai hari raya Idulfitri.

"Hal inilah yang memicu penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, hingga menyebar ke Kabupaten Kudus," ujarnya.

Dalam penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, papar Lutfi, sudah dijalankan Managemen Kontijensi kepada seluruh Polres. Khusus penanganan Covid-19 di Kabupaten Kudus, disebut Luthfi, Polda Jateng bersama dengan Pemprov Jawa Tengah, telah menyiapkan 800 kamar di Asrama Haji Donohudan Boyolali untuk isolasi terpusat pasien dari Kudus.

Selain itu, juga telah disiapkan tempat lainnya seperti di Rusunawa, Hotel King, Balai Diklat di Semarang dan sebagainya.

"Dari titik-titik yang sudah dijadikan tempat isolasi mandiri ini, tersedia 1.700 kamar. Ini sudah mulai bertahap masyarakat yang tarkonfirmasi covid kita angkut ke lokasi isolasi," jelasnya.

Polda Jateng juga terus melakukan vaksinasi masal dengan menerjunkan 750 Tenaga Kesehatan (Nakes) di lokasi vaksinasi masal tersebut.

"Saya sudah perintahkan seluruh pejabat utama Polda Jateng untuk turun langsung di Kudus," sebutnya.

Luthfi mengimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker dan menghindari kerumunan. Yang bisa dilakukan adalah melokalisir, mengendalikan dan membatasi. (mdk/eko)

Baca juga:
Kemendikbud Tegaskan PTM Dilakukan dengan Situasi Pandemi di Wilayah
Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Tambah 179 Orang
Gejala Utama Jika Terpapar Virus Corona Varian Delta, Vaksin Masih Bisa Melindungi?
Anies Minta Perkantoran di Zona Merah Lakukan WFH 75 Persen
Data WNA di Indonesia Positif Covid-19 Per 17 Juni 2021
Penyelenggaraan Pendidikan Selama Pandemi Tetap Prioritaskan Kesehatan & Keselamatan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami