Polisi Ganti Operasi Ketupat Jaya menjadi Kegiatan Kepolisian Rutin Yang Ditingkatkan

Polisi Ganti Operasi Ketupat Jaya menjadi Kegiatan Kepolisian Rutin Yang Ditingkatkan
Pos penyekatan di jalur alternatif Parung. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
PERISTIWA | 14 Mei 2021 15:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Operasi Ketupat 2021 berakhir pada 17 Mei 2021. Polisi menyebut, tidak ada perpanjangan. Namun, personel tetap bersiaga di pos penyekatan dan pos check point sampai 24 Mei 2021 mendatang.

Hal itu disampaikan, Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Rudy Antariksawan saat dihubungi, Jumat (14/5).

"Ops ketupat sampai 17 Mei 2021," kata dia.

Rudy menerangkan, operasi ketupat berganti menjadi Kegiatan Kepolisian Rutin Yang Ditingkatkan atau istilahnya KRYD. Rudy memastikan, personel tetap akan bersiaga di pos penyekatan dan pos check point untuk mengadang masyarakat yang mau mudik.

"Masih (personel berjaga di pos penyekatan)," ucap dia.

Sebelumnya, Sambodo memprediksi arus balik mudik lebaran masyarakat kembali ke Jakarta terjadi pada Minggu, tanggal 16 Mei 2021. Dia berharap para arus balik mudik ini berjalan lancar.

"Arus balik tanggal 16 Mei, hari minggu sudah ada, sampai tanggal 24 selama 1 minggu. Ini mudah-mudahan mereka kembalinya tidak bersamaan sehingga kemudian tidak timbul kemacetan," kata Sambodo kepada wartawan, Rabu (12/5).

Adapun skema untuk mengantisipasi kemacetan kendaraan jelang arus balik libur lebaran dengan menerapkan dua skema yaitu contra flow dan oneway.

"Antisipasi arus balik kami sudah siapkan skenario-skenario baik yang sifatnya contra flow maupun sifatnya one way," kata Sambodo.

Namun demikian, lanjut Sambodo, untuk skenario contra flow yang akan diterapkan bersifat situasional. Artinya jika volume kendaraan mulai terpantau padat, maka, skenario ini baru akan dilakukan.

"Contra flow nanti kita lihat apakah perlu dibuka dari KM 65 sampai dengan KM 42 atau bisa diperpanjang ke KM 28 atau bisa perpanjang di KM 5. Jadi sepanjang 60 KM," lanjutnya.

Kemudian terkait skema one way, hanya akan diberlakukan apabila skema contra flow tidak berjalan dengan baik. Dalam penerapan skema ini pun akan dilakukan atas izin Korlantas Polri dan bekerjasama dengan Polda-Polda lain.

"Kalau itu tidak menolong juga tentu atas koordinasi dengan pihak korlantas maka akan kita laksanakan one way. Biasanya mulai dari tol Cikampek sampai Jakarta atau malah mungkin dari Kalikangkung, Semarang seperti dua tahun lalu. Tentu ini berdasarkan atensi dari perintah Korlantas Polri," ujar Sambodo.

Lebih lanjut sampai saat ini data warga DKI Jakarta yang mudik pada Lebaran 2021 terus bertambah. Sebagaimana yang telah dilaporkan Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran dari 1,2 juta penduduk terus meningkat sampai 1,5 juta penduduk.

"Menindaklanjuti ucapan Kapolda bahwa sudah ada 1,2 sampai 1,5 juta penduduk Jakarta yang mudik, angka di jalan tol menunjukan di atas angka 360.000 kendaraan yang sudah keluar dari jkt dari tanggal 1 sampai dengan 10 Mei 2020," katanya.

"Belum ditambah para pemudik sepeda motor yang tadi malam sudah malam keempat mencoba menembus pos penyekatan. Belum ditambah penumpang udara dan kapal laut, sehingga total kisaran 1.5 juta," tambahnya.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com (mdk/rhm)

Baca juga:
Lalu Lintas Menuju Puncak Bogor Ramai Lancar di Hari Lebaran
H-1 Lebaran, Sejumlah Ruas Jalan Jakarta Lengang
Penjelasan Polda Malut Terkait Ambil Alih Kasus Anggota DPRD Gerindra Tabrak Polantas
Uji Coba Tahap Dua Fly Over Cakung Dilakukan Selama Sepekan
Polisi Putarbalik Ambulans yang Dipakai Angkut Pemudik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami