Polisi Ingatkan Ancaman 4 Tahun Bui bagi Penyebar Konten Ujaran Kebencian

Polisi Ingatkan Ancaman 4 Tahun Bui bagi Penyebar Konten Ujaran Kebencian
PERISTIWA | 13 Juli 2020 18:24 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Kepolisian meminta kepada para korban hate speech atau ujaran kebencian, pencemaran nama baik dan fitnah terutama di sosial media, untuk segera melapor ke aparat berwajib. Hingga saat ini, Polri masih terus memantau aktivitas di media sosial, dan akan segera menindak jika ada netizen yang mengunggah ujaran kebencian atau hate speech, pencemaran nama baik dan fitnah, baik itu ditujukan kepada institusi maupun perseorangan, tanpa terkecuali.

"Dalam hal ini memang berkaitan dengan konten medsos bernada mengarah ke hate speech adalah sesuatu yang berpotensi pelanggaran hukum," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Senin (13/7).

Sebagai contoh, tindakan menyebarluaskan informasi yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik merupakan tindakan yang dapat dipidana berdasarkan Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Pelanggaran atas Pasal 27 ayat (3) UU ITE, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Argo Yuwono menegaskan, tim cyber intens melakukan cyber patrol memonitor konten yang bernuansa ujaran kebencian. Argo menuturkan, Polri mengapresiasi netizen yang tidak menyebarkan informasi yang bernuansa ujaran kebencian.

Argo meminta masyarakat untuk menggunakan platform sosial media secara bijak, dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu yang merugikan pihak lain. Hal itu termasuk dalam penyampaian pendapat, informasi maupun kekecewaan serta keluhan kepada pihak lain, yang harus tetap menjaga norma kepantasan dan kesopanan.

"Kami tidak ingin masyarakat menjadi subyek pelanggar hukum dalam konteks ITE. Mengajukan pendapat, keluhan dan lainnya silahkan saja. Tapi jika hal itu, mengandung ujaran kebencian, fitnah dan pencemaran nama baik, hal itu berpotensi melanggar hukum," ucap Argo.

Selain melakukan patroli cyber, Polri juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke polisi jika menemukan konten-konten yang bernuansa SARA dan ujaran kebencian tersebut. "Karena belum tentu ditemukan petugas karena banyaknya konten di dunia maya," tutupnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Generasi Muda Diingatkan Selektif Bermedia Sosial, Ikuti Akun yang Menentramkan
Aplikasi Live Streaming Twitch Blokir Akun Donald Trump
Praperadilan, Kubu Ruslan Buton Sebut Polisi Langgar Administrasi Penyidikan
Ruslan Buton Anggap Polri Tak Hargai Hukum Karena Mangkir Sidang Praperadilan
Sidang Praperadilan Ruslan Buton akan Digelar Rabu Besok
Polri Persilakan Ruslan Buton Ajukan Praperadilan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami