Polisi Kembali Amankan Rp2 Miliar dari Kasus MeMiles, Total Disita Rp124 M

PERISTIWA | 17 Januari 2020 14:25 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Polisi menyita uang dari tangan SW alias W, pejabat struktural di PT Kam and Kam. Dari tangan wanita yang diduga sebagai tangan kanan bos MeMiles, polisi menyita uang sebesar Rp2 miliar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan penyidik berhasil melakukan pelacakan aliran dana dari MeMiles pada tersangka SW. Dana ini di luar dari rekening yang pernah diblokir oleh penyidik.

"Penyidik berhasil melakukan pelacakan terhadap sejumlah aliran dana yang ada pada tersangka SW. Lalu dilakukan penyitaan sebesar Rp2 miliar," tegasnya, Jumat (17/1).

Hal senada disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Gidion Arif Setyawan. Ia menyatakan, tersangka SW ini diketahui sebagai pihak yang selalu melaporkan hasil pengumpulan data member pada Direktur PT Kam and Kam, Kamal Tarachan alias Sanjay.

"SW alias W ini bagian dari perusahaan. Dia berperan melaporkan pada K atau tersangka utama terhadap hasil pengumpulan data member yang menurut sistem berdasarkan omset nasional dan tingkat waktu itu seharusnya mendapatkan reward," katanya.

Ia menambahkan, selain melakukan pelaporan, SW juga yang mendistribusikan semua reward atau hadiah pada member setelah ditentukan oleh tersangka Sanjay.

"Dilaporkan ke Sanjay, oleh Sanjay di filter lagi tidak berdasarkan dengan sistem yang berlaku. Bahkan seringkali yang mendapatkan reward orang yang tidak tercantum di dalam rekaman data itu. Kamal, direktur utama (yang menentukan siapa mendapat reward). Kalau yang mendistribusikan reward ini si SW," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Dikonfirmasi soal sumber uang yang disita, Gidion mengatakan, uang itu awalnya dari rekening PT Kam and Kam. Namun, sebelum kasus ini terungkap, uang tersebut telah dialihkan pada orang lain

"Ini dari rekening Kam and Kam yang kemudian dari laporan keuangan yang secara digital forensik kita telusuri ini dialihkan pada orang lain. (Dialihkan) sebelum pengungkapan kasus," tandasnya.

Dengan penyitaan ini, maka Polda Jatim sudah mengumpulkan aset member MeMiles berupa uang cash, sebesar Rp124, 461 miliar.

Sebelumnya, dalam kasus ini polisi telah menangkap 4 orang tersangka investasi ilegal MeMiles PT Kam and Kam. Keempatnya yakni Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.

Sementara itu modus perusahaan ilegal itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan dengan menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan.

Dari modus ini, para tersangka dapat merekrut setidaknya 240 ribu anggota. Untuk memperlancar perekrutan, setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp124 miliar lebih, 18 unit mobil, 2 sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Siapa AHS, Anggota Keluarga Cendana Diduga Terlibat MeMiles?
Tersangka MeMiles Bertambah 1 Orang, Perannya Pengadaan dan Distribusi Hadiah
Ahmad Dhani Kesal Mulan Dipanggil Polisi Terkait Investasi Ilegal Memiles
Anggota Keluarga Cendana Diduga Terlibat MeMiles, Inisial AHS
Top Up Rp200 Juta, Anggota MeMiles ini Mengaku Tidak Rugi Cuma Dapat Rp45 Juta
Ahmad Dhani: Mulan cuma Menyanyi dan Dibayar Profesional, Masa Diperiksa Polisi

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.