Polisi Kembali Bongkar Perdagangan Anak di Kafe Esek-esek Penjaringan

Polisi Kembali Bongkar Perdagangan Anak di Kafe Esek-esek Penjaringan
PERISTIWA | 29 Januari 2020 11:21 Reporter : Tri Yuniwati Lestari

Merdeka.com - Polisi kembali menemukan fakta baru terkait kasus perdagangan anak di karaoke Kayangan, Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta Utara. Polisi menemukan tempat esek-esek yang menjajakan anak baru gede berusia antara 14 hingga 18 tahun di sekitar kafe Kayangan.

Penemuan kafe esek-esek terungkap dari pengakuan salah satu tersangka berinisial H, yang menjual para ABG ke kafe Kayangan. Dari pengakuannya, H juga mengaku menjual anak-anak berusia 14-18 tahun ke kafe-kafe serupa Kayangan di kawasan Rawa Bebek.

"Info dari tim lapangan seperti itu (banyak kafe yang mirip dengan kafe Kayangan). Nanti ya, penyidik masih terus mendalami (dugaan keterlibatan dengan kasus prostitusi anak)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Rabu (29/1).

Namun, Yusri tidak merinci secara detail lokasi kafe serupa yang juga terlibat kasus prostitusi anak. Saat ini, polisi masih menyelidiki dugaan keterlibatan pemilik kafe-kafe di kawasan Rawa Bebek dengan kasus prostitusi anak.

"Ada (dijual) ke beberapa lokasi lah di sana (Rawa Bebek)," kata Yusri.

Sebelumnya, Polisi mengungkap praktik human trafficking (perdagangan manusia) yang terjadi di Bar dan Karaoke Kayangan, di Kelurahan Rawa Bebek Penjaringan, Jakarta Utara. Di sana 10 korban yang berusia sekitar 14-18 tahun dipaksa melayani pria hidung belang.

Kabag Bin Opsnal Dit Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Pujiyarto mengatakan, para korban dipaksa untuk melayani hubungan seksual dengan 10 laki-laki dalam semalam.

"Dalam menjalankan aksinya ini pelaku sangat sadis, setiap korban satu hari minimal harus melayani 10 kali, bila tidak mencapai akan mendapat denda," ucap Pujiyarto, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/1).

Para tersangka menjual anak-anak di bawah umur kepada laki-laki hidung belang sebesar Rp150.000 setiap kali melayani. Nantinya, uang senilai Rp90.000 diserahkan kepada tersangka yang biasa dipanggil mami. Sementara itu, uang senilai Rp60.000 menjadi uang penghasilan korban.

"Apabila enggak mencapai 10 kali (melayani para lelaki hidung belang), nanti didenda Rp50.000 per hari," kata Pujiyarto. (mdk/gil)

Baca juga:
Polisi Bongkar Prostitusi Anak di Bawah Umur di Apartemen Kalibata City
Buka Loker di Medsos, Sindikat Penjual ABG di Kafe Remang Tabanan Ditangkap Polisi
Polisi Tangkap Pencari dan Penjual Anak di Kafe Kayangan Penjaringan
Kabur dari Kafe Kayangan, Korban Perdagangan Orang Wajib Bayar Rp1,5 Juta
Sopir Travel di Berau Nyambi Muncikari, Jajakan Wanita Rp2 Juta Sekali Kencan
Dilaporkan Hilang, Gadis 16 Tahun di Depok Dijadikan PSK
Polisi Kembali Tangkap 2 Pelaku Prostitusi Anak di Kafe Kayangan Penjaringan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami