Polisi Kesulitan Lacak Aset MeMiles Senilai Rp350 Miliar

PERISTIWA | 17 Januari 2020 16:19 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Polisi menyita uang Rp124 miliar lebih dari total aset sebesar Rp761 miliar terkait investasi bodong MeMiles milik PT Kam and Kam. Lalu ke mana sisa uang miliaran yang lain?

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan, total aset berupa uang yang berhasil disita saat ini berjumlah Rp124,461 miliar. Uang tersebut, hasil penyitaan dari rekening PT Kam and Kam dan tersangka SW.

"(Total aset yang disita) Rp124,461 miliar. Rp122 miliar dari penyitaan awal rekening PT Kam and Kam yang kita blokir, ditambah penyitaan dari tersangka SW sebesar Rp2 miliar," katanya, Jumat (17/1).

Dia menambahkan, saat ini aset PT Kam and Kam mencapai Rp761 miliar. Jika dikurangi dengan uang yang telah disita sebesar Rp124 miliar ditambah dengan aset mobil dan hadiah-hadiah lainnya, ia memperkirakan masih ada aset sisa sekitar Rp350 miliar.

"Kan dari Rp761 (miliar) dikurangi Rp124 (miliar) yang kita sita ini, dikurangi beli mobil dan reward kurang lebih (masih ada sisa) Rp350 miliar," katanya.

Terkait dengan sisa aset Rp350 miliar itu, Gidion mengakui polisi masih kesulitan melakukan pelacakan terhadap aliran aset tersebut didistribusikan kemana saja. Sebab, hingga kini tersangka utama Direktur PT Kam and Kam Sanjay masih belum mau membuka diri.

"Kalau dari analisa kasar kami, kurang lebih ada sekitar Rp350 miliar yang tidak dapat di-trace (dilacak) pendistribusiannya. Dan itu masih tertutup oleh si tersangka utama," tegasnya.

Dia pun mengimbau kalau ada member MeMiles yang merasa telah diuntungkan dari bisnis ilegal ini, maka ia harusnya merasa bahwa reward yang diterima merupakan milik dari member MeMiles lainnya.

"Kalau ada member yang merasa diuntungkan dari bisnis ini, mari kita bersama-sama kita bela member yang dirugikan. Kalau ada gerakan mengembalikan aset, perlu dipahami bahwa reward yang diterima dan dikuasai oleh member sekarang, yakinlah itu bukan dari uang yang lain, tapi itu dari uang member yang lain juga, dari PT Kam and Kam," tambahnya.

Lalu, bagaimana jika ada member yang ngotot tetap menguasai aset? Gidion memastikan, jika ia akan menggunakan kewenangnya sebagai penyidik.

"Ya kalau dia merasa mendapatkan reward kemudian dia berkelit dengan itu saya pastikan saya gunakan kewenangan penyidikan saya," tegasnya.

Sebelumnya, dalam kasus ini polisi telah menangkap sejumlah tersangka investasi ilegal MeMiles PT Kam and Kam. Mereka adalah Kamal Tarachan atau Sanjay sebagai direktur, Suhanda sebagai manajer, Martini Luisa (ML) atau Dokter Eva sebagai motivator atau pencari member dan Prima Hendika (PH) sebagai ahli IT.

Sementara itu modus perusahaan ilegal itu bergerak di bidang jasa pemasangan iklan dengan menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan keanggotaan.

Dari modus ini, para tersangka dapat merekrut setidaknya 240 ribu anggota. Untuk memperlancar perekrutan, setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru mendapatkan komisi atau bonus dari perusahaan.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp124 miliar lebih, 18 unit mobil, 2 sepeda motor, dan beberapa barang berharga lainnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Polisi Kembali Amankan Rp2 Miliar dari Kasus MeMiles, Total Disita Rp124 M
Siapa AHS, Anggota Keluarga Cendana Diduga Terlibat MeMiles?
Tersangka MeMiles Bertambah 1 Orang, Perannya Pengadaan dan Distribusi Hadiah
Anggota Keluarga Cendana Diduga Terlibat MeMiles, Inisial AHS
Ahmad Dhani Kesal Mulan Dipanggil Polisi Terkait Investasi Ilegal Memiles
Top Up Rp200 Juta, Anggota MeMiles ini Mengaku Tidak Rugi Cuma Dapat Rp45 Juta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.