Polisi Klaim Situasi di Boven Digoel Kondusif, 1 Brimob Terkena Panah Sudah Aktivitas

Polisi Klaim Situasi di Boven Digoel Kondusif, 1 Brimob Terkena Panah Sudah Aktivitas
PERISTIWA | 1 Desember 2020 12:26 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Polisi menyatakan situasi di Kabupaten Boven Digoel, Papua, kondusif setelah sejumlah massa melakukan pembakaran salah satunya menyasar kediaman calon bupati setempat. Kerusuhan itu pecah setelah KPU setempat menyatakan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati tidak lolos dalam Pilkada Boven Digoel 9 Desember mendatang.

"Situasi saat ini kondusif," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal yang bertugas sebagai perwira pengamat wilayah (pamatwil) dan saat ini bertugas di Boven Digoel, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (1/12).

Sebelumnya pendukung paslon yang dibatalkan KPU RI melakukan pembakaran terhadap rumah Wakil Bupati Chaerul Anwar serta menyerang anggota Brimob. Satu anggota Brimob itu terluka akibat terkena panah saat mengamankan situasi.

Menurut Kamal, kondisi anggota Brimob itu kini sudah pulih. Korban saat ini sudah kembali menjalankan aktivitas bertugasnya.

"Kondisi anggota sadar dan dapat laksanakan aktivitas seperti sediakala," ujar Kamal.

Kamal mengatakan, 4 kompi personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan lokasi. Kondisi Boven Digoel yang semula siaga 1 kini diklaimnya sudah kondusif.

"Situasi kondusif anggota TNI Polri 4 SSK, korban masyarakat 1 dan anggota 1, mereka dapat melaksanakan aktivitas seperti sedaikala," tandasnya.

Sebelumnya, Kapolres Boven Digoel AKBP Samsul Rizal mengakui situasi kamtibmas di wilayahnya saat ini tengah memanas sejak keluarnya keputusan KPU RI terkait pilkada pada Minggu (29/11). Personel Polri dikerahkan untuk mengamankan agar aksi yang dilakukan tidak meluas.

"Memang benar kondisi kamtibmas di Boven Digoel agak memanas karena warga yang menjadi pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Yusak Yeluwo-Yacob Waremba melakukan aksi bakar ban," katanya kepada Antara.

Aksi bakar ban yang dilakukan para pendukung pasangan Yusak Yeluwo-Yacob Waremba itu diduga dilakukan terkait keputusan KPU RI Nomor 584 tertanggal 28 November tentang pembatalan keikutsertaan pasangan calon bupati dan wakil bupati. Dalam SK KPU Nomor 584 tentang penetapan paslon bupati dan wakil bupati Boven Digoel 2020 yang diikuti tiga pasangan calon yakni paslon Hengki Yaluwo-Lexy Rumel Wagiu, paslon Chaerul Anwar Natsir-Nathalis B Kake dan paslon Martinus Wagi-Isak Bangris.

Paslon Yusak Yeluwo-Yacob Waremba dibatalkan keikutsertaannya dalam pilkada 2020. Untuk melakukan pengamanan, kepolisian daerah Papua telah menambah dan mengirim personel Brimob untuk memperkuat pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2020 Kabupaten Boven Digoel.

Kepolisian daerah Papua telah menambah dan mengirim personel Brimob untuk memperkuat pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember 2020 Kabupaten Boven Digoel. Penambahan personel itu dilakukan guna mengantisipasi kamtibmas di kawasan itu setelah KPU RI membatalkan keikutsertaan satu paslon Yusak Yeluwo-Yacob Waremba.

"Personel Brimob yang dikirim ke Boven Digoel sudah berada di Tanah Merah," kata kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. Dia berharap kedua paslon dan pendukung dapat menahan diri dan tidak melakukan aksi anarkistis. (mdk/gil)

Baca juga:
Pilkada Boven Digoel Memanas, Rumah 1 Calon Bupati Dibakar, 1 Brimob Terkena Panah
Pilkada Boven Digoel Memanas
Namanya dicoret, eks Bupati gugat pelaksanaan Pilkada Digoel ke MK
Kemelut Pilkada di detik-detik terakhir

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami