Polisi Layangkan Panggilan Kedua kepada Tersangka Provokasi Papua Veronica Koman

PERISTIWA | 10 September 2019 14:30 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Polisi kembali melayangkan surat panggilan kepada Veronica Koman, tersangka dugaan provokasi soal Papua. Surat panggilan ke dua ini, disampaikan langsung oleh polisi melalui Kedutaan Indonesia negara Veronica bermukim.

Pemanggilan kedua pada Veronica ini disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Dia menyatakan panggilan pertama pada 7 September lalu tak digubris oleh Veronica. Polisi memutuskan memanggil kembali Veronica melalui Divisi Hubungan Internasional (Hub Inter) Mabes Polri.

"Kita sudah layangkan panggilan kedua, melalui Hub Inter untuk selanjutnya disampaikan melalui kedutaan di mana negara Veronica berada," ujarnya, Selasa (10/9).

Polisi pun memberikan waktu pada Veronica hingga tanggal 13 September mendatang. Namun, karena persoalan geografis yang dianggap jauh, maka polisi memberikan waktu yang fleksibel hingga minggu depan pada Veronica agar dapat hadir ke Polda Jatim.

Luki menegaskan, jika Veronica tidak merespons panggilan kedua, polisi akan menerbitkan status DPO (daftar pencarian orang). Setelah itu, baru pihaknya menerbitkan red notice. "Bila red notice sudah diterbitkan, maka ia akan susah tidak bisa kemana-mana," tambahnya.

Sebelumnya, Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim karena dianggap telah menyebarkan hoaks dan provokasi dalam kaitannya dengan Papua. Ia pun dijerat dengan undang-undang berlapis, yakni, UU ITE, KUHP pasal 160, UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008.

Dalam kasus insiden di Asrama Mahasiswa Papua sendiri, Polda Jatim juga telah menetapkan Koordinator aksi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, Tri Susanti alias Mak Susi, sebagai tersangka ujaran kebencian dan provokasi insiden tersebut.

Susi dijerat pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 160 KUHP, pasal 14 ayat (1) ayat (2) dan pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Selain Susi, Polda Jatim juga telah menetapkan tersangka lain berinisial SA. Dalam kasus ini, ia diduga melakukan tindak diskriminasi ras. Artinya hingga kini total sudah ada tiga tersangka dalam insiden Asrama Mahasiswa Papua, sejak 16 Agustus lalu.

Baca juga:
Ditjen Imigrasi Segera Proses Pencabutan Paspor Veronica Koman
Hubinter Polri Koordinasi dengan Interpol agar Terbitkan Red Notice Veronica Koman
Veronica Koman Bersama Suami Diduga Tinggal di Negara Tetangga Indonesia
Polisi Periksa Dua Rekening Telusuri Sumber Dana Beasiswa Veronica Koman
Polisi Surati Imigrasi Minta Veronica Koman Dicekal dan Paspor Dicabut

(mdk/ray)