Polisi Limpahkan Berkas Perkara Eks Danjen Kopassus Soenarko ke Kejaksaan

Polisi Limpahkan Berkas Perkara Eks Danjen Kopassus Soenarko ke Kejaksaan
soenarko di kertanegara. ©2019 Merdeka.com/intan umbari
PERISTIWA | 10 November 2020 18:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi masih mengusut kasus kepemilikan senjata api ilegal dengan tersangka mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI Purnawirawan Soenarko. Berkas perkara tahap I pun telah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Bahwasannya kasusnya sudah tahap I mulai hari Senin 9 November 2020," tutur Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (10/11).

Sebelumnya, Mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI Purnawirawan Soenarko selesai diperiksa penyidik Bareskrim Polri, Selasa (20/10). Dia dicecar 28 pertanyaan selama sekitar delapan jam pemeriksaan sejak pukul 10.00 hingga 18.30 Wib. Soenarko diperiksa untuk memberikan keterangan tambahan dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana kepemilikan senjata api ilegal yang menjeratnya pada tahun 2019 lalu.

"Sudah selesai dan tadi pertanyaan diberikan penyidik sebanyak 28 pertanyaan," kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa malam.

Sementara Fery Firman Nurwahyu, kuasa hukum Soenarko mengatakan, kliennya ditanyai soal asal usul senjata api yang dimilikinya, termasuk pihak yang mengirim senjata tersebut.

Sementara Fery Firman Nurwahyu, kuasa hukum Soenarko mengatakan, kliennya ditanyai soal asal usul senjata api yang dimilikinya, termasuk pihak yang mengirim senjata tersebut.

"Kenal atau tidak (dengan yang mengirim). Apakah senjata yang dikirim itu sesuai," tutur Fery dikutip dari Antara.

Fery menambahkan, bahwa kliennya juga diberi sejumlah pertanyaan di luar kasusnya, yakni mengenai unjuk rasa anarkis menentang Undang-Undang Cipta Kerja yang diduga melibatkan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

"Penyidik sempat menanyakan soal keterkaitan KAMI. Pak Soenarko tidak ada kaitannya, purnawirawan pembela kedaulatan negara," tutur Fery.

Pemeriksaan terhadap Soenarko hari ini dilakukan berdasarkan Surat Panggilan Nomor: S.Pgl/2259-Subdit I/X/2020/Dit Tipidum tertanggal 14 Oktober 2020. Tujuan pemeriksaan untuk meminta keterangan tambahan dan dalam rangka memberikan kepastian hukum terhadap tersangka.

Setahun lalu, Eks Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengumumkan mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI Purnawirawan Soenarko ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kepemilikan senjata ilegal, 21 Mei 2019.

Soenarko ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai mengancam keamanan nasional terkait senjata yang dimiliki Soenarko yang diduga akan digunakan dalam aksi 22 Mei 2019.

Soenarko kemudian sempat ditahan. Namun polisi mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Soenarko yang diajukan dengan penjamin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto serta 102 orang purnawirawan TNI/Polri.

Reporter: Nanda Perdana
Sumber : Liputan6.com (mdk/rhm)

Baca juga:
Mantan Danjen Kopassus Soenarko Penuhi Panggilan Bareskrim Polri
Bareskrim Tunda Pemeriksaan Soenarko Terkait Kasus Kepemilikan Senpi 2019
Kasus Kepemilikan Senpi di Tahun 2019, Soenarko Dipanggil Bareskrim
Polri Jadwalkan Pemanggilan Soenarko Terkait Kasus Kepemilikan Senjata Api Ilegal
Beda Nasib Soenarko dan Kivlan Zen
Soenarko Tiba di Kantor BPN Prabowo, Cuma 10 Menit Keluar Lagi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami