Polisi Masih Dalami Motif Penculikan Disertai Pembunuhan Bangkit Maknutu

PERISTIWA » MALANG | 17 Oktober 2019 20:36 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Motif kasus penculikan disertai dengan pembunuhan Bangkit Maknutu Dunirat, warga Malang hingga kini masih gelap. Polisi pun masih memburu orang-orang yang diduga menculik warga Malang itu di Surabaya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Bangkit sapaan akrab korban, ternyata merupakan pria asal Sumenep. Namun setelah menikah, lelaki 30 tahun ini pindah dan tinggal di Jalan Asrikaton, Malang.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran mengatakan, belum banyak keterangan yang didapat dari Mei Nuriawati, istri korban. Sebab, kondisi Mei saat ini masih syok dan drop setelah mengetahui suaminya yang diculik itu dibunuh dan mayatnya dibuang.

Penculikan ini sendiri sebelumnya dilaporkan istri korban, Mei ke Polrestabes Surabaya pada Selasa (15/10) malam. Dalam laporannya, Mei mengaku suaminya yang bernama Bangkit itu dipaksa masuk ke dalam mobil Suzuki Ertiga warna silver bernopol W oleh beberapa orang pada Jumat (12/10), di depan Kantor UMC, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kemudian dibawa pergi.

"Istri korban saat ini tengah hamil 6 bulan, anak pertama. Korban dan istrinya menikah pada bulan April 2019," sebut Sudarmiran, Kamis (17/10).

Ia menambahkan, dari laporan inilah Polrestabes Surabaya langsung menerjunkan tim untuk melakukan penyelidikan. Tim yang menangani kasus tersebut adalah Unit Jatanras.

Mayat Bangkit ditemukan warga di dalam Sungai Watu Ondo, bawah Jembatan Cangar I, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, sekitar pukul 10.30 Wib, Rabu (16/10).

Saat ditemukan, Bangkit masih menggunakan baju lengan pendek kotak-kotak berwarna coklat strip biru dan kaos t-shirt warna hitam dengan tulisan 'AHHA' putih bagian depan. Dia juga mengenakan celana kain warna hitam. Pakaian itu diingat betul oleh Mei.

Pada tubuh Bangkit terdapat luka pada bagian dahi kiri diduga luka tusuk senjata tajam. Selain itu, kedua matanya hancur dan wajah penuh memar. Dua tangannya terikat tali warna biru ke depan.

"Benar. Awalnya kami dapat kabar penemuan sesosok mayat pria yang ditemukan di Kota Batu. Setelah diidentifikasi, ternyata adalah korban penculikan di Surabaya yang dilaporkan ke kami oleh istrinya. Saat ini tim masih bekerja di lapangan untuk mengejar pelaku," tandas Sudamiran.

Baca juga:
Pria asal Malang Dilaporkan Diculik Sekelompok Orang di Surabaya
Munarman Penuhi Panggilan Polisi Terkait Kasus Ninoy Karundeng
Hari Ini, Polisi Akan Periksa Munarman atas Kasus Ninoy Karundeng
PDIP Bakal Beri Pendampingan Hukum Relawan Jokowi Ninoy Karundeng
Bocah 5 Tahun di Tasikmalaya Diculik Saat Pamit Beli Jajan
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Novel Bamukmin Ancam Polisikan Ninoy Karundeng

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT