Polisi Ngaku Sempat Diancam Warga Sebelum Terjadi Penembakan di Tamilou Maluku Tengah

Polisi Ngaku Sempat Diancam Warga Sebelum Terjadi Penembakan di Tamilou Maluku Tengah
18 Warga Tamilou Maluku Tengah Tertembak Peluru Polisi. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 8 Desember 2021 14:22 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polisi berdalih sempat mendapat ancaman masyarakat saat hendak menangkap pelaku keributan di Desa Tamilou, Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Polisi mengerahkan ratusan personel untuk memburu pelaku keributan tersebut.

"Iya (itu 200) gabung karena memang masyarakat setempat sebelumnya sudah mengancam bahwa jangan coba-coba polisi masuk ke desa mereka," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes M Roem Ohoirat saat dihubungi merdeka.com, Rabu (7/12).

Personel polisi dikerahkan berasal dari satuan Brimob, Sabhara hingga Polres dan Polsek setempat. Total personel dikerahkan mencari pelaku keributan itu 200.

"Jadi yang turun itu bukan hanya anggota Brimob, tapi anggota Sabhara dan anggota Polres dan Polsek sekitar yang diambil. Jadi memang kemarin itu pasukan yang turun itu lumayan banyak hampir 200 lebih yang turun," kata dia.

Selain ratusan personel, kata Roem, proses pencarian buronan kasus keributan itu juga mengerahkan anggota polisi berasal dari wilayah setempat. Namun polisi mendapat adangan warga hingga terjadi penembakan setelah senjata milik aparat diduga dirampas warga.

"Ini kan enggak boleh dan penegakan harus ditegaskan enggak bisa wibawa hukum kita permainan seperti ini. Sehingga kemarin itu dipimpin Kapolres yang juga seorang wanita Ibu Rosita, dia putri asli Maluku yang kemudian masuk dan berhadapan dengan masyarakat setempat itu," tutup dia.

2 dari 3 halaman

Polda Maluku Pastikan Sanksi Anggota Langgar SOP

Polda Maluku memastikan tidak segan-segan menindak tegas personel yang melanggar prosedur atau SOP di Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah. Di lokasi tersebut terjadi insiden penembakan terhadap warga saat polisi mencari seorang buronan kasus, Selasa (7/12) sekira pukul 05.20 Wit.

"Kemarin atas perintah Wakapolda, untuk tim Propam turun langsung ke TKP dan sekarang mereka sementara di TKP untuk melakukan penyelidikan apakah yang diambil oleh Polres ini sudah sesuai prosedur atau belum," kata Kabid Humas Polda Maluku M Roem Ohoirat, Rabu (8/12).

"Kalau ada kesalahan prosedur atau SOP di situ sudah barang tentu kami akan lakukan penindakan terhadap anggota," sambungnya.

Roem memastikan pihaknya tidak akan membela anggota yang salah dalam bertindak saat tugas.

"Bagi kami anggota yang salah jangan sampai kita bela, tapi kita ambil tindakan."

Ia memaparkan 33 personel Polda Maluku dipecat secara tidak hormat sepanjang tahun 2021.

"Belum lagi yang disidang karena pelanggaran disiplin. Ini menunjukkan kami tidak segan-segan mengambil tindakan kepada aparat kami yang melakukan kesalahan."

3 dari 3 halaman

Versi Tokoh Masyarakat

Sebanyak 18 warga Desa Tamilou, Kecamatan Amahai di Kabupaten Maluku Tengah terkena tembakan aparat kepolisian pada Selasa, (7/12) subuh sekitar pukul 05.20 WIT.

"Seluruh korban, tiga diantaranya ibu-ibu saat ini sementara menjalani perawatan medis di Puskesmas Tamilou. Namun, dua orang diantaranya telah dirujuk ke RSUD Masohi," kata tokoh masyarakat Tamilouw, Habiba Pelu, seperti dilansir Antara.

Akibat insiden tersebut, tokoh masyarakat, sesepuh, mahasiswa, dan pemuda Tamilou di Kota Ambon langsung menemui Wakapolda Maluku Brijen Pol Jan de Fretes. Mereka melaporkan dan meminta pertanggungjawaban Kapolres Malteng, AKBP Rosita Umasugy.

Insiden penembakan warga ini bermula dari beberapa ibu yang hendak membuang sampah dan berpapasan dengan aparat Polres Maluku Tengah.

Kehadiran aparat kepolisian ini menuju Dusun Ampera dan Tamilou selaku desa induk hendak menangkap pemicu keributan warga Tamilou dengan warga Dusun Rohua.

Sejumlah warga yang diduga melakukan aksi penebangan tanaman umur panjang milik warga Dusun Rohua dan pembakaran balai desa sudah dipanggil polisi namun mereka tidak hadir.

"Sesuai dengan hasil informasi bahwa awalnya ada upaya penangkapan terhadap beberapa oknum terkait peristiwa warga Tamilouw dengan warga Dusun Rohuwa beberapa waktu lalu," ujar Habiba.

(mdk/gil)

Baca juga:
Penjelasan Polisi Masuk Desa Tamilouw saat Subuh Berujung Penembakan Warga
Alasan Polisi Kerahkan Ratusan Personel ke Desa Tamilouw Berujung Warga Tertembak
18 Warga Tertembak, Sekdes Tamilouw Jelaskan Akar Konflik di Desanya
Polda Maluku soal 18 Warga Tertembak: Kalau Peluru Tajam Mungkin Tak Selamat
Banyak Ibu-Ibu jadi Korban Penembakan di Desa Tamilouw, Ini Kata Polda Maluku

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami