Polisi Panggil 8 Saksi terkait Kerumunan Acara Haul di Tangerang

Polisi Panggil 8 Saksi terkait Kerumunan Acara Haul di Tangerang
Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 30 November 2020 18:32 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Tangerang menyelidiki terhadap dugaan pidana kesehatan, akibat adanya kerumunan massa di Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah, Kampung Cilongok, Kabupaten Tangerang, pada pelaksanaan Haul Syekh Abdul Qadir Al Jailani, Minggu (29/11).

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary membantah pihaknya kecolongan atas adanya luapan massa yang hadir dalam acara itu. Dengan tegas, dia juga akan meminta keterangan dari delapan orang yang diduga berkaitan dengan kegiatan tersebut.

"Upaya Polresta Tangerang, Polda Banten dalam hal ini adalah melakukan undangan permintaan keterangan kepada panitia juga kepada jajaran Pemda, terkait penyelidikan adanya dugaan tindak pidana karantina kesehatan, pidana wabah penyakit dan tidak mematuhi perintah petugas," kata Ade Ary dalam konferensi pers di Kantor Bupati Tangerang, Senin (30/11).

Menurutnya, undangan permintaan keterangan terhadap delapan orang yang diduga mengetahui kegiatan itu, merupakan bagian dari penyelidikan polisi atas adanya kerumunan massa di kegiatan Haul.

Dijelaskan dia, pemanggilan itu dilayangkan kepada ketua panitia berinisial AS, L selaku sekretaris panitia, M ketua DKM, H satuan khusus di lokasi. "Dan orang 5, 6, 7 dan 8 adalah rekan-rekan kami dari Pemda yang akan kita mintai keterangan," ujarnya.

"Sudah kami kirimkan kemarin kepada beberapa orang yang sudah diterima semuanya. Walaupun sudah dinyatakan bubar, ternyata ada panitia nonformal, ada sistem yang bekerja di sana, mulai penyiapan makanan, ada mekanisme parkir, ada mekanisme pengawalan dan sebagainya," lanjut Ade Ary.

Para saksi bisa saja terkena sanksi pidana sesuai Undang-undang terkait Karantina kesehatan, wabah penyakit dan tidak mengindahkan perintah petugas yang sah.

Menurutnya, berdasarkan keputusan Gubernur Banten Nomor 463 tahun 2020 tertanggal 14 maret 2020, Provinsi Banten telah menetapkan kejadian luar biasa terkait Covid-19.

"Saat ini sudah berlaku KLB Covid-19, Pemda bupati juga menjelaskan tentang peraturan bupati nomor 53 dan 54 tahun 2020 tentang PSBB bahwa di Kabupaten Tangerang sudah berlaku," ucap Kapolres.

Jajarannya mengaku, juga telah bekerja melakukan antisipasi bersama Pemkab Tangerang, sejak sebulan lalu. Untuk mengantisipasi adanya masa yang banyak di dalam kegiatan keagamaan itu.

"Dari sebulan yang lalu sudah kita lakukan upaya. Kegiatan yang menyebabkan berkerumun akan kami dalami, kemudian jika diizinkan memberikan imbauan mohon kerja sama gotong royong, seyogyanya sebagai orang tua, tokoh, menjadi teladan menerapkan protokol kesehatan, bahwa semua sumber daya tercurah pada Covid-19, masih ada oknum yang tidak berupaya menjadi teladan dan itu sangat disayangkan," katanya.

Baca Selanjutnya: Warga sudah Diimbau tidak Datang...

Halaman

(mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami