Polisi Pastikan Isu Penculikan Anak SD di Kediri Hoaks

Polisi Pastikan Isu Penculikan Anak SD di Kediri Hoaks
PERISTIWA | 21 Februari 2020 22:17 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - Isu penculikan anak SD sempat membuat resah warga Kediri, Jawa Timur. Polisi telah mengecek seluruh sumber informasi yang disebutkan dalam media sosial (medsos) tentang informasi percobaan penculikan terhadap siswa SDN 2 Mrican Kecamatan Mojoroto. Hasilnya, polisi memastikan info tersebut hoaks.

"Kabar tersebut tidak benar alias hoaks. Kami sudah mengecek semuanya. Karena informasi tersebut telah beredar luas dan menimbulkan keresahan, kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak mempercayai kabar tersebut," kata Kapolsek Mojoroto Kompol Sartana, Jumat (21/2).

Sumber yang pertama yang diklarifikasi adalah Andik Kristianto, satpam SDN 2 Mrican. Warga RT 04 RW 04 Kelurahan Mrican itu justru mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Padahal saat dia mengantar para siswa tidak terjadi apa-apa.

"Andik secara pasti tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun berita di luar sudah beredar luas. Dirinya sebagai satpam hanya mengantar siswa sampai di depan gerbang sekolah dan menyeberangkan ke pinggir jalan," jelas Sartana pada merdeka.com.

Berita yang viral di medsos dan beredar ke grup-grup WhatsApp tersebut menyebutkan, seorang anak kelas VI akan diculik oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Kamis (20/2). Peristiwanya terjadi sepulang sekolah, sekitar pukul 12.00 WIB.

Pihak kedua yang diklarifikasi petugas adalah Puryani, guru SDN 2 Mrican. Warga Perumahan Wilis, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu menerima informasi dari siswanya AN. Tetapi, keterangan tersebut tidak didukung oleh saksi-saksi lain.

"Kami juga mengklarifikasi langsung kepada si anak. Kita tanya dengan perlahan untuk menceritakan," imbuh Kapolsek. Kepada anggota Polsek Mojoroto, AN bercerita bahwa dia pulang sekolah sekitar pukul 12.00 WIB, setelah menyeberang jalan ke arah utara, kemudian AN berjalan kaki ke timur.

AN kemudian dihampiri kendaraan berwarna hitam dengan penumpang sekitar empat orang. Semuanya laki-laki. Lalu satu orang turun mendekati. Pria tersebut kemudian bertanya letak SPBU Maron. AN mengaku sempat dipegang pundaknya, tapi tidak ada rasa takut.

Kemudian setibanya didepan Bank Jatim, AN bercerita kepada ibunya tentang hal tersebut. Selanjutnya informasi tentang percobaan penculikan anak SD tersebut tersebar luar.

"Setelah kami melakukan pengecekan di lapangan, tidak ada yang mengetahui kejadian tersebut yang mengarah ke percobaan penculikan karena sumber berawal AN," tandas Kapolsek. (mdk/cob)

Baca juga:
Pengakuan Tukang Bajaj Dibayar Rp500.000 untuk Video Rekayasa Pengeroyokan di Thamrin
CEK FAKTA: Video Pengeroyokan di Thamrin Ternyata Rekayasa
Bikin Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin, Dosen dan Mahasiswi Ditangkap Polisi
Rangga Cs Tidak Alami Gangguan Jiwa, Polisi Lanjutkan Kasus Hoaks Sunda Empire
Polisi Tangkap 2 Pelaku Kasus Pencemaran Nama Baik Rektor Manado
Dosen di Manado Ditangkap Polisi Setelah Sebar Hoaks Ijazah Palsu Rektor Unima

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami