Polisi Pastikan Ledakan di Pandeglang Berasal dari Bahan Bom Ikan

Polisi Pastikan Ledakan di Pandeglang Berasal dari Bahan Bom Ikan
Ledakan di Pandeglang. Antara
NEWS | 10 Januari 2022 23:40 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Polisi merampungkan penyelidikan terkait ledakan di salah satu rumah di Kampung Cisaat, Desa Tangkil Sari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang pada Minggu (9/1) sekira pukul 20.30 WIB. Ledakan itu diduga disebabkan dari bahan peledak untuk pembuatan bom ikan.

"Hari ini Unit Jibom Satbrimob Polda Banten telah melakukan sterilisasi, dilanjutkan dengan olah TKP (tempat kejadian perkara) oleh Unit Inafis Ditreskrimum Polda Banten. Paralel dengan itu, Biddokes Polda Banten juga telah melakukan autopsi atas tubuh UL (41) di RSUD Berkah Pandeglang," kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Shinto Silitonga di Serang, Senin (10/1).

Dia mengatakan, dari rangkaian sterilisasi oleh Unit Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Banten dan olah TKP Unit Inafis Ditreskrimum Polda Banten pada siang hingga sore tadi ditemukan beberapa bungkus plastik kecil sisa flash powder, serbuk belerang, potasium, termasuk alat tumbuk, dan saringan.

"Sesuai dengan hasil analisa dan evaluasi bersama pada menjelang malam tadi dapat disimpulkan bahwa sumber ledakan berasal dari bahan peledak yang digunakan untuk membuat bom ikan, efek ledakan cenderung 'low explosive', bukan jenis bahan peledak yang dibuat oleh jaringan terorisme,” kata Shinto.

Sejalan dengan itu, kata dia, Unit Jibom Satbrimob Polda Banten juga tidak menemukan power dan initiatior saat melakukan sterilisasi, sebagaimana biasa digunakan oleh kelompok terorisme yang senantiasa memadukan power, initiator, explosive, switching, casing dan countainer dalam setiap aksi pembuatan bom.

"Dari karakter bahan peledak yang ditemukan di TKP, tidak ada 'power' dan 'initiator'-nya, sehingga disimpulkan bahwa bahan peledak itu bukan bom untuk aksi teroris, namun digunakan untuk menangkap ikan dengan bahan peledak,” kata Shinto.

Dia mengatakan, dari hasil autopsi yang berlangsung pada siang hari, dokter forensik dari Biddokkes Polda Banten juga tidak menemukan adanya material gotri, paku dan material berbahaya lainnya pada tubuh UL (41).

“Dokter forensik yang melakukan otopsi berkeyakinan bahwa dari dampak bahan peledak pada tubuh manusia, tidak ada material berbahaya yang biasa digunakan dalam bom oleh kelompok teroris,” kata Shinto.

Menurutnya, penyelidikan saat ini terus berjalan untuk dapat menjawab mengapa ditemukan bahan peledak di rumah UL (41) yang mengakibatkan istrinya, LI (40) ikut terluka parah.

“Dari catatan kriminal di Ditpolairud Polda Banten, ada beberapa nama yang menjadi target operasi karena perkara penggunaan bom ikan di sekitar TKP. Informasi ini pasti akan didalami sehingga dapat diketahui siapa pelaku yang memasok bahan peledak ini ke TKP,” kata Shinto. Dikutip Antara. (mdk/gil)

Baca juga:
Hasil Autopsi Korban Ledakan di Pandeglang, Tak Ditemukan Butiran Gotri dan Paku
Satgas Madago Raya Ledakkan 6 Bom Lontong Milik Teroris Poso
Tujuh Anggota Pasukan Perdamaian PBB di Mali Tewas Akibat Ledakan Bom
Bom Sepeda Motor Tewaskan 4 Orang di Irak
Ledakan Hancurkan Apartemen di Jerman
Geng Kriminal Ledakkan Bom Mobil di Penjara Meksiko, 9 Napi Kabur

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini