Polisi Putar Balik 131 Kendaraan Masuk Aceh

Polisi Putar Balik 131 Kendaraan Masuk Aceh
PERISTIWA | 23 Mei 2020 02:33 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Sebanyak 131 kendaraan bermotor, baik mobil pribadi maupun angkutan umum, diperintahkan putar balik di perbatasan Aceh-Sumatera Utara. Kebijakan ini menyusul larangan masuk Aceh di hari kedua guna mencegah penyebaran Covid-19.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, dari 131 kendaraan bermotor yang putar balik tersebut, 84 di antaranya mobil pribadi dan 46 mobil angkutan umum.

"Sedangkan penumpang yang ikut putar balik sebanyak 267 orang. Jumlah ini menurun dari hari pertama larangan masuk Aceh yang mencapai 601 orang," katanya, Jumat (22/5).

Pada hari pertama larangan masuk Aceh, 163 kendaraan bermotor diperintahkan putar balik. Terdiri 82 mobil pribadi, 77 mobil penumpang, dan empat sepeda motor.

Ada empat pintu masuk Aceh dari Sumatera Utara, yakni di Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kota Subulussalam.

"Setiap penumpang yang hendak masuk Aceh disemprot disinfektan dan pemeriksaan suhu tubuh. Penumpang juga ditanyai riwayat perjalanan mereka selama sepekan terakhir," jelas Dicky seperti dilansir dari Antara.

Dia menegaskan, semua angkutan umum, baik penumpang maupun barang, termasuk mobil pribadi dilarang masuk wilayah Aceh mulai 21 Mei 2020.

"Terhitung 21 Mei 2020 pukul 10.00 WIB, semua angkutan umum yang akan masuk Aceh akan diputar balik ke Sumatera Utara untuk mencegah penyebaran Covid-19," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil rapat virtual dengan Menteri Politik Hukum dan HAM, Menko Kemaritiman, Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19.

Rapat tersebut memutuskan program pemerintah terhadap larangan mudik harus tetap dilaksanakan secara konsisten Sebab mudik akan berakibat serangan kedua COVID-19 pascalebaran.

Sedangkan untuk angkutan umum antarkabupaten dalam Provinsi Aceh diperbolehkan beroperasi dengan syarat sopir dan semua penumpang wajib menggunakan masker. Serta wajib menjalani pemeriksaan suhu tubuh di setiap poin cek yang dilalui.

"Kebijakan ini diambil untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Aceh. Apalagi saat ini Aceh bukan zona merah Covid-19. Jika tidak terkontrol, maka dikhawatirkan penyebaran Covid-19 di Aceh akan lebih besar lagi," tutup Dicky. (mdk/fik)

Baca juga:
Demi Bisa Mudik, Warga Nekat Sembunyi di Bak Truk Tronton
Truk Berisi Penumpang Ilegal Diamankan Gugus Tugas Covid-19 Bangka Barat
Takut, Xenia Angkut Pemudik Kabur hingga Kejar-kejaran dengan Polisi
Pemudik Meningkat H-2 Lebaran Lewat Tol Jakarta-Cikampek
Pemandangan Kontras H-2 Lebaran di Stasiun Pasar Senen Sebelum dan Saat Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami