Polisi Sebut Ada Aliran Dana MeMiles ke Keluarga Cendana

Polisi Sebut Ada Aliran Dana MeMiles ke Keluarga Cendana
PERISTIWA | 22 Januari 2020 13:31 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyebut ada aliran dana yang masuk ke keluarga Cendana. Uniknya, aliran dana yang masuk itu, tanpa perlu melakukan proses top up sebagaimana layaknya member investasi bodong MeMiles.

Irjen Luki mengatakan, AHS (Ari Haryo Wibowo Harjojudanto alias Ari Haryo Sigit), cucu dari mantan Presiden Soeharto disebut bukan member dari MeMiles. Namun, sang istri lah, Frederica Francisca Callebaut, yang menjadi member dari investasi bodong tersebut. Namun, meski bukan member, penyidik menemukan adanya aliran dana dari MeMiles ke Ari.

"Inilah yang kami tangani, berapa aliran dana yang diterima dan sebagai apa. Namun di dalam ini tidak ada sebagai member (Ari), tidak top up tapi ada aliran dana masuk. Kalau istrinya memang top up member. Demikian," kata Irjen Luki, Rabu (22/1).

Ia mengakui, penyidik tengah mendalami persoalan ini dalam pemeriksaan yang sedang berlangsung. "Soal pemeriksaan nanti tanya humas atau Dirsus. Ini masih berlangsung. Tapi yang jelas pemeriksaan saksi sebelumnya dan para tersangka juga ada keterangan dari hasil digital forensik," ungkapnya.

Sementara itu, bersamaan dengan pemeriksaan AHS, polisi juga menyita dua kendaraan mewah yang telah diterima oleh keluarga Cendana. Informasi yang dihimpun, kedua mobil mewah itu berjenis Alphard. Kedua Alphard itu, dikirim langsung dari Jakarta ke Mapolda Jatim hari ini.

"Hari ini bersamaan AHS tadi malam sudah meluncur dua kendaraan mewah. Pada saat diperiksa tadi malam bersamaan berangkat, ada dua kendaraan," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Keluarga Cendana Diperiksa...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami