Polisi Sebut Artis FTV HH Sudah 1 Tahun Terlibat Prostitusi

Polisi Sebut Artis FTV HH Sudah 1 Tahun Terlibat Prostitusi
PERISTIWA | 14 Juli 2020 23:16 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar Medan menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus prostitusi yang diduga melibatkan artis selebgram yang juga artis film televisi (FTV) berinisial HH. Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko mengatakan, saat dimintai keterangan, HH mengaku baru pertama kali ke Medan.

"Dia sudah terlibat prostitusi selama satu tahun," kata Riko di kantornya, Selasa (14/7).

Tersangka yang ditetapkan yakni R, yang membantu wanita muda itu selama di Medan, dan J yang masih buron dan diduga sebagai muncikari di Jakarta. HH hanya berstatus saksi. Begitu juga dengan pengusaha A yang mendapatkan jasanya.

"Dari hasil gelar perkara, kita menetapkan tersangka yaitu saudara R. Saudara R yang ada di depan ini menjemput saksi dari bandara menuju TKP, kemudian membantu saksi HH selama di Medan dan dijanjikan uang untuk mengurus saksi Saudara HH saat ada di Medan," terang Riko.

Berdasarkan penyelidikan, R diketahui berkomunikasi J yang berada di Jakarta. Dia juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut HH, J adalah seorang fotografer. Mereka sering bertemu di salah satu cafe di seputaran Senayan, Jakarta.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 5 HP. Tiga unit diamankan dari HH, 1 milik R dan 1 lagi milik A.

R ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007. "Dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,yaitu tentang tindak pidana perdagangan orang. Dan hal tersebut berdasarkan keterangan saksi H dan bukti chat antara saksi H dengan tersangka J yang ada di Jakarta," jelas Riko.

Riko mengatakan, R yang berstatus tersangka akan ditahan. Sementara tersangka lainnya, J, masih dicari dan diduga berada di Jakarta.

Sementara mengenai status HH, Riko mengatakan, dia adalah objek meskipun menerima uang sebesar Rp 20 juta ini dari J atau muncikari yang ada di Jakarta. "Namun karena dirinya sebagai objek yang diperdagangkan maka sesuai dengan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang Nomor 21 Tahun 2007 sementara ini kita jadikan saksi," jelas Riko.

Polisi masih mengembangkan pengakuan HH. Mereka melakukan pendalaman terhadap bukti bukti chat yang dilakukan HH dengan rekan atau koleganya yang ada di beberapa kota. Dia diketahui memiliki kontak di Jawa Timur, Sumsel, Jabar dan lainnya. Namun, Riko belum dapat menyimpulkan chat itu berkaitan dengan kegiatan prostitusi.

"Kami belum berani menyimpulkan seperti itu, ya atau tidak, karena menurut pengakuan dari saksi HH bahwa orang orang tersebut dikenalkan oleh saudara J dan ada lagi rekannya saudara R yang dia kenal di salah satu cafe di Senayan, Jakarta," jelas Riko.

Meski berstatus saksi, HH masih akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Tidak tertutup kemungkinan dia juga dijadikan tersangka. "Mungkin dan sangat mungkin," jelas Riko.

Selain itu, dari hasil penyidikan dan pendalaman, petugas juga menemukan atau fakta baru berupa dugaan penggunaan surat palsu yang digunakan HH. Kasus itu sedang didalami.

"Nanti akan kita kirim penyidik kita ke Jakarta mengecek surat tersebut. Karena masuk materi penyidikan mohon maaf belum bisa kami sampaikan, tapi ada dugaan dari barang-barang bukti yang kita sita dari saksi H kita menemukan ada dugaan penggunaan surat palsu yang digunakan saksi H dan ini sedang kita dalami," tegas Riko.

Tim penyidik telah melengkapi administrasi penyidikan kasus ini. Petugas juga menyita barang bukti yaitu CCTV yang ada di hotel dan tempat tertentu. Mereka pun masih mendalami pengakuan tersangka.

"Apabila (berkas) lengkap akan kita kirimkan ke JPU," jelasnya.

1 dari 2 halaman

Pengguna Jasa HH Warga Pekanbaru

Riko menegaskan, HH menerima transferan Rp 20 juta itu dari saksi A. Pria ini mengaku warga Kota Medan dan sebagai karyawan swasta. Namun dari tanda pengenalnya, dia merupakan penduduk Pekanbaru, Riau.

Sementara tersangka R mengaku sebagai driver taksi online. Pria ini berdalih baru pertama kali terlibat kegiatan prostitusi ini. Dia dijanjikan imbalan Rp4 jutaan. Tugasnya hanya menjemput dan mengurus HH selama di Medan.

2 dari 2 halaman

HH Minta Maaf

HH juga dihadirkan dalam konferensi pers itu. Dalam kesempatan itu dia menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua dan kerabatnya, serta warga Kota Medan.

"Pertama-tama saya memohon maaf kepada kedua orangtua saya dan kerabat saya. Saya mengucapkan permohonan maaf kepada warga kota Medan. Dan saya berterima kasih kepada bapak Kapolda Sumut, bapak Kapolres Medan dan Satreskrim Polrestabes yang sudah menjaga saya selama di Kota Medan. Dan tim penasihat hukum Machi dan Kak Putri. Status saya di sini hanya sebagai saksi,” ucapnya.

Sebelumnya HH diamankan polisi di salah satu hotel di Medan, Minggu (13/7) malam. Dia diamankan bersama seorang pria berinisial A yang disebut sebagai pengusaha. Seorang rekannya, R juga turut diamankan.

Saat diamankan HH dalam keadaan tidak berbusana lengkap. Dari lokasi itu disita sejumlah barang bukti, di antaranya sekotak alat kontrasepsi. (mdk/eko)

Baca juga:
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Terkait Prostitusi Artis FTV HH
Pengacara Pastikan Hana Hanifah Tak Terlibat Prostitusi Online
Kasus Prostitusi Artis, Pengacara HH Tiba di Mapolrestabes Medan
Hotman Paris Pernah Diajak Makan Malam Hana Hanifah, Artis FTV Terlibat Prostitusi
7 Fakta Terbaru Kasus Penangkapan Artis FTV di Medan, Dibayar Rp20 Juta
6 Potret Cantik Hana Hanifa, Artis FTV Terlibat Prostitusi
Kasus Prostitusi, Artis FTV Inisial HH Dibayar Rp20 Juta oleh Pengusaha

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami