Polisi Sebut Kericuhan Antara Suporter Arema FC dan PSS Sleman Dipicu Provokasi

PERISTIWA | 16 Mei 2019 00:08 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Laga pembuka Liga 1 2019 antara tuan rumah PSS Sleman melawan Arema FC sempat diwarnai kericuhan antar suporter. Akibatnya pertandingan sempat dihentikan pada menit ke 38.

Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan kericuhan dipicu karena adanya provokasi. Dia menyebut pertandingan akhirnya dihentikan karena ada lemparan yang masuk ke area lapangan pertandingan.

"Ada provokasi. Ada lemparan masuk ke lapangan sehingga wasit sempat menghentikan sementara pertandingan," ujar Dofiri, Rabu (15/5).

Dofiri mengatakan kedua suporter sebenarnya tidak memiliki permasalahan. Bahkan, menurutnya, kedua suporter sempat buka puasa bersama.

"Sore buka bersama bareng antara kedua kelompok suporter. (Suporter Arema FC) disambut dengan baik (oleh suporter PSS Sleman)," urai Dofiri.

Pihaknya telah mengerahkan personel keamanan secara optimal. Sebanyak 1000 personel, lanjut Dofiri diterjunkan untuk mengawal laga PSS Sleman melawan Arema FC.

Dofiri menerangkan untuk keamanan suporter Arema FC, pihak kepolisian akan melakukan pengawalan. Pengawalan dilakukan hingga keluar dari Stadion Maguwoharjo.

"Suporter tamu nanti pulang akan dikawal keluar stadion," papar Dofiri.

Dia berharap kericuhan yang terjadi bisa menjadi pelajaran bersama bagi suporter. Harapannya, peristiwa serupa tak terulang di kemudian hari.

"Ke depan harapannya para suporter tidak saling memprovokasi. Ini pertandingan bisa dilanjutkan kembali, belum ada laporan korban luka serius," pungkas Dofiri.

Baca juga:
Tawuran Suporter Bola, Satu Korban Alami Luka Sabetan di Perut
7 Penganiaya Haringga Diganjar Hukuman Lebih Dari 5 Tahun Bui
Tak Puas dengan Wasit, Penonton Laga PS Tira Vs PSIM Masuk Lapangan
Pertandingan Persita vs Kalteng Putra Ricuh, Penonton Bawa Bambu Kejar Para Pemain
Berkas Lengkap, 7 Tersangka Penganiayaan Haringga Segera Diadili

(mdk/ray)