Polisi Sebut Lokasi Kelas Orgasme di Bali Tutup Sejak Pandemi Covid-19

Polisi Sebut Lokasi Kelas Orgasme di Bali Tutup Sejak Pandemi Covid-19
WN Australia Pemasang Iklan Kelas Orgasme Diamankan Imigrasi di Bali. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 6 Mei 2021 18:51 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepolisian Resor (Polres) Gianyar, Bali, melakukan pengecekan ke lokasi yang akan dijadikan kelas orgasme di wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Kamis (6/5). Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana menyampaikan, lokasi tersebut kini sedang direnovasi dan telah ditutup sejak pandemi Covid-19.

"Itu sudah tutup sejak pandemi Covid-19 ini. Kemudian di lokasi tersebut juga itu sedang renov, jadi tidak ada buka. Itu hasil pengecekan (dan) koordinasi dengan owner-nya," kata Adnyana saat dihubungi, Kamis (6/5).

Dia melanjutkan, bahwa pemilik dari tempat tersebut juga telah menyampaikan bahwa lokasinya memang sempat diminta untuk penyelenggaraan kelas orgasme. Tetapi permintaan itu sudah sekitar dua tahun yang lalu.

"Namun yang bersangkutan menolak karena tidak sesuai dengan adat maupun kebudayaan di Bali. Kemudian dari hasil juga dengan kelian adat di sana juga tidak ada (penyelanggaraan)," ujar Adnyana.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kelas orgasme kembali muncul di Bali dengan menggunakan sebuah promosi "Tantric Full Body Orgasm".

Penyelenggara mempromosikan kelas orgasme melalaui website eventbrite, dan akan digelar pada Sabtu (8/5) pukul 10.00 hingga 18.00 Wita mendatang. Acara itu akan digelar di sebuah tempat di Jalan Penestanan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Sementara untuk tarif pendaftaran 20 euro atau setara sekitar Rp 340 ribu per orang.

Sebelumnya kelas orgasme pernah muncul di Bali yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Australia bernama Andrew Irvine Bares (50).

Bule itu berencana melakukan kelas orgasme pada Sabtu (6/3) hingga Selasa (9/3) di sebuah hotel di Ubud dengan tarif 500 dolar AS atau setara Rp 7,2 juta per orang. Namun acara itu urung digelar karena Andrew ditangkap dan dideportasi oleh Imigrasi Bali. (mdk/cob)

Baca juga:
Promosi Kelas Orgasme Kembali Muncul di Bali
Ekspresi Bule Rusia Dideportasi Akibat Prank Lukis Masker di Wajah
8 Pegawai Positif Covid-19, Imigrasi Solo Gelar Tes Swab Antigen Massal
Kitas Adalah Kartu Izin Tinggal Terbatas, Ketahui Perbedaannya dengan Visa
Imigrasi: Kami Hanya Periksa Dokumen, Karantina Urusan Gugus Tugas dan KKP
Masuk Red Notice Interpol, Pedofil asal AS Ditahan Imigrasi Bandara Soetta

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami