Polisi Sebut Pegawai KPK Korban Penganiayaan Satu Penyelidik

PERISTIWA | 4 Februari 2019 09:27 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Polda Metro Jaya buka suara perihal dugaan penganiayaan dialami dua petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/1) malam. Polisi menyebut petugas KPK dianiaya itu berjumlah seorang.

"Jadi begini perlu diklarifikasi. Tadi malam kan ada keributan di Hotel Borobudur. Terus Polisi dapat laporan kemudian datang ke sana. Karena ini ada seorang laki-laki yang keributan, dia dipukul. Dia diamankan ke Polda Metro. Jangan sampai makin gaduh. Dibawa ke Polda Metro. Setelah diinterogasi, ditanya ternyata penyelidik, bukan penyidik. Penyelidik KPK. Satu orang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, ketika dikonfirmasi, Senin (4/2).

Namun, Argo tak menjelaskan secara detail identitas satu orang penyelidik KPK tersebut. Argo hanya menegaskan usai diinterogasi penyelidik tersebut dijemput oleh Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

"Ceritanya itu saja. Terus tadi pagi, tadi malam kegiatannya. Kemudian tadi malam sudah diambil oleh pak Laode, dijemput. Ada lukanya," ujarnya.

Sebelumnya, dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan dianiaya orang saat bertugas melakukan pengecekan tentang indikasi adanya korupsi, di salah satu hotel di Jakarta. Kedua penyidik dianiaya saat ketahuan mengikuti Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sebuah rapat di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2).

Dikutip dari Antara, Ketua DPRD Papua Yunus Yonda mengakui pegawai pemerintah daerah (Pemda) Papua malah menangkap basah petugas KPK, karena membututi Lukas Enembe yang sedang rapat bersama Ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua, Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Hotel Borobudur.

Penyidik KPK bernama Muhammad Gilang W tersebut diketahui oleh Sekda Papua Hery Dosinaen yang melihatnya mengambil gambar Lukas Enembe, dan melihat ada percakapan di WhatsApp dalam telepon salulernya, terkait kegiatan Lukas Enembe mengikuti rapat evaluasi bersama tim badan anggaran eksekutif, legislatif dan Kementerian Dalam Negeri itu. Rapat bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap APBD Papua.

Terkait kasus penganiayaan tersebut, KPK melaporkan pihak yang diduga melakukan penganiayaan ke Polda Metro Jaya.

"Sore ini, 3 Februari 2019 pukul 15.30 WIB, KPK melaporkan ke Sentra Pelayanan Terpadu Polda Metro Jaya tentang adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap dua orang pegawai KPK yang sedang bertugas," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (3/2).

Dari proses pelaporan tadi, disampaikan bahwa kasus ini akan ditangani Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Kriminal Umum (Jatantras Krimum) Polda Metro Jaya.

"Kejadian dimulai dari menjelang tengah malam pada Sabtu (2/2) di Hotel Borobudur, Jakarta. Saat itu Pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi," ungkap Febri.

Baca juga:
KPK akan Ungkap Korupsi Sektor SDA di Kalimantan, Nilai Kerugian Capai Triliunan
Berkas Rampung, Tangan Kanan Bupati Labuhanbatu Segera Disidang
Imbas Teror ke Pimpinan, KPK Berencana Bentuk Biro Pengamanan
OTT Bupati Mesuji, KPK Amankan Uang dalam Pecahan Rp 100 ribu
KPK Sebut Kepatuhan DPRD Lapor LHKPN Paling Rendah
KPK Panggil 4 Pihak Swasta Terkait Korupsi Jalan di Bengkalis, Hanya 1 yang Hadir
KPK Wacanakan Caleg Terpilih Harus Lapor LHKPN Sebelum Dilantik

(mdk/gil)