Polisi Sebut Penggusuran Tamansari Rusuh Karena Ulah Warga Luar

PERISTIWA | 14 Desember 2019 19:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kerusuhan saat penggusuran lahan di Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat menjadi sorotan publik. Terlebih, dalam video yang viral di sosial media, tampak aparat kepolisian melakukan tindak kekerasan terhadap warga setempat.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudho menyampaikan, kerusuhan sebenarnya terjadi usai penggusuran dilakukan secara baik dan kondusif oleh petugas Satpol PP.

"Bahwasanya dari awal pagi itu kondusif. Siang Isoma. Itu kondusif masih," tutur Trunoyudho saat dihubungi, Sabtu (14/12).

Namun usai istirahat siang, lanjutnya, mendadak datang massa di luar warga setempat. Polri pun melihat adanya potensi konflik antara massa dengan Satpol PP.

"Kalau warga situ memang kita negosiasinya dari awal kan Satpol PP, bukan Polri. Kita kan sifatnya mem-back up. Jadi Polri di sini posisinya diminta perbantuan dari Satpol PP," jelas dia.

1 dari 1 halaman

Polisi Klaim Diserang

Trunoyudho menyebut, potensi ricuh diantisipasi secara preventif. Polri meminta warga tidak berkumpul dan berkenan untuk membubarkan diri.

"Namun pasca itu, serangan justru pada Polri. Sudah pengumuman, kondusif, mundur, bahkan ada satu rumah dibakar polisi minta pemadam kebakaran maju untuk memadamkan. Dipadamkan, baru terjadi kerusuhan," Trunoyudho menandaskan. (mdk/eko)

Baca juga:
Viral Video Aniaya Warga Saat Penggusuran Tamansari, 25 Polisi Diperiksa
Korban Penggusuran Tamansari: Katanya Peduli HAM, Tapi Enggak Punya Hati
Ridwan Kamil Sebut Proyek Rumah Deret Tamansari Pro Rakyat Kecil
Ketua DPR: Jangan Sampai Setiap Penggusuran Dilakukan Semena-Mena
Warga Tamansari Bandung Bertahan dan Melawan Meski Terkatung
Komnas HAM Kecewa Penggusuran di Tamansari Ricuh

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.