Polisi Sebut Pesawat Rimbun Air Diduga Angkut Barang Kelebihan Muatan

Polisi Sebut Pesawat Rimbun Air Diduga Angkut Barang Kelebihan Muatan
Pesawat Rimbun Air jatuh di Bilogai. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 20 September 2021 20:41 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan mengakui adanya dugaan pesawat Rimbun Air yang jatuh di sekitar Bilogai mengangkut barang bangunan melebihi kapasitas.

"Karena itulah pihaknya melakukan penyelidikan guna mengungkap dugaan tersebut dan itu akan dikolaborasi dengan hasil komisi nasional keselamatan transportasi (KNKT). Kotak hitam sudah diserahkan ke KNKT," kata Kapolres Intan Jaya AKBP Sandi Sultan dilansir Antara, Senin (20/9).

Dia menjelaskan ada beberapa barang bukti yang sudah dikumpulkan terkait dugaan tersebut mengingat insiden yang menewaskan ke tiga crew bukan semata-mata disebabkan cuaca buruk.

Di TKP jatuhnya pesawat ditemukan material bangunan seperti semen, pipa besi, triplek dan BBM jenis solar. Dia mengaku, pihaknya juga mendapat laporan bila sebelum terbang pesawat tersebut sempat mengalami perbaikan.

"Mudah-mudahan hasil penyelidikan dapat mengungkap lebih jauh terutama apakah pesawat tersebut benar-benar mengangkut barang berlebih atau tidak, " aku AKBP Sandi yang dihubungi dari Jayapura.

Pesawat Rimbun Air dengan nomor penerbangan PK-OTW, sempat dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan Nabire-Sugapa, Rabu (15/9), dan ditemukan di ketinggian 2.400 meter di sekitar Bilogai.

Pesawat dikemudikan pilot Mirza dan co-pilot Fajar serta teknisi Iswahyudi ditemukan meninggal dan jenazah nya sudah dimakamkan di kampung halaman masing-masing. (mdk/ray)

Baca juga:
Kotak Hitam Pesawat Rimbun Air Ditemukan
Penampakan Puing Pesawat Rimbun Air yang Jatuh di Papua
Cuaca Buruk Terjadi saat Pesawat Rimbun Air Jatuh usai Menabrak Gunung
Cari Korban Kecelakaan Pesawat Rimbun Air, Tim SAR Jajaki Jalur Darat
Pesawat Militer Afghanistan Jatuh di Uzbekistan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami