Polisi Selidiki Dugaan Peretasan Situs DPR Jadi Dewan Pengkhianat Rakyat

Polisi Selidiki Dugaan Peretasan Situs DPR Jadi Dewan Pengkhianat Rakyat
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie
NEWS | 8 Oktober 2020 10:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Situs DPR RI dengan alamat dpr.go.id hingga pagi ini belum dapat diakses publik. Sementara sempat beredar sejumlah video yang viral di sosial media menunjukkan laman situs tersebut berganti tulisan menjadi 'Dewan Pengkhianat Rakyat Republik Indonesia'.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menyampaikan, pihaknya akan menelusuri temuan tersebut.

"Diselidiki," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).

Diduga, aksi tersebut merupakan buntut kekecewaan masyarakat atas pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

"Nanti setelah ada hasil lidik (diketahui motifnya)," ujarnya

Sebelumnya, saat Liputan6.com mencoba mengakses situs milik DPRD Parepare, tampilannya berubah dengan foto bertuliskan 'The Real Impostor'.

Selain itu, si peretas (hacker) yang mengatasnamakan Juna dan Lutfie404 ini juga turut menuliskan sebuah kalimat yang berbunyi.

'Hai DPR,Para Bedebah,Anjing,Tikus Berdasi,Sekaligus Sampah Masyarakat.Sudahkah Kalian memikirkan Aspirasi Rakyat hari ini? Atau justru sibuk tidur memimpikan Uang yang kalian dapatkan?THE REAL IMPOSTOR INDONESIA'

Informasi, aksi hacking dan deface ini merupakan sebuah upaya peretasan yang sering kali menyerang situs web pemerintahan.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

(mdk/fik)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami