Polisi selidiki kasus salah potong alat kelamin bocah di Pekalongan

PERISTIWA | 6 September 2018 19:30 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan menyelidiki insiden patah kepala kelamin IM (9) saat disunat laser oleh seorang mantri berinisial BR di Kabupaten Pekalongan. Belum ada tersangka dalam dugaan malapraktik ini.

"Ini saksi-saksi sudah kami periksa hari ini Kamis (6/9) mungkin sore ini. Pemeriksaan seputar kejadian awal hingga terjadinya insiden patahnya kepala kelamin milik MI," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Pekalongan Iptu Akrom saat dikonfirmasi Merdeka.com, Kamis (6/9).

Lebih lanjut Akrom menuturkan, kejadian ini bermula saat korban hendak khitan pada Kamis (30/8) dengan menggunakan jasa mantri. Namun saat hendak memotong mata pisau milik mantri justru salah potong.

"Sang mantri malah salah potong bukan pucuknya atau pentolan kelamin atas, justru agak mundur," terangnya.

Akibat kejadian tersebut kelamin anak terpotong. Lalu dia dilarikan di Rumah sakit Islam Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Korban masih menjalani perawatan intensif tim medis.

"Jadi masih mantri, bukan ahli dalam menangani sunat kelamin. Ya mungkin nahas saja," ungkapnya.

Baca juga:
Dokter ini lakukan malapraktik kandungan, inseminasi pasien dengan sperma sendiri
Janin meninggal dunia diduga karena dokter puskesmas salah diagnosa
Dugaan malapraktik Jessica sudah lama, Menkes ngaku belum dapat laporan
RS Adam Malik mengaku penanganan bocah Jessica sudah sesuai prosedur
RSUP H Adam Malik siap hadapi laporan keluarga Jessica
Kisah tragis Jessica, bocah 4 tahun meninggal usai dipasang CVC di RSUP Adam Malik

(mdk/noe)