Polisi selidiki penyebab 29 bayi keracunan

PERISTIWA | 25 Mei 2012 11:13 Reporter : Al Amin

Merdeka.com - Pihak Kepolisian Resor Madiun menyelidiki kasus keracunan 29 bayi usai mengkonsumsi bubur kacang hijau yang diberikan Posyandu. Bayi-bayi itu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban karena sempat kejang-kejang.   

"Kami telah mengambil sampel dari sisa makanan dan muntahan salah satu korban. Sampel tersebut kemudian akan kami kirim ke laboratorium Polda Jatim untuk diteliti apakah ada kandungan racun atau bakterinya," ujar Kapolres Madiun AKBP Irwan Anwar, seperti dilansir dari Antar, Jumat (25/5).

Menurut Irwan, setelah hasil laboratorium itu keluar, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas peristiwa ini.

"Dari situ diharapkan bisa diketahui pihak-pihak yang harus bertanggung jawab," katanya.

Dia menambahkan, penyebab keracunan sangat banyak. Bisa karena bakteri akibat makanan yang telah basi ataupun karena memang sengaja diracun. "Kita selidiki, apakah nantinya ada pihak yang lalai atau dengan sengaja menaruh racun pada makanan," tuturnya.

Sebanyak 29 bayi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur keracunan setelah pulang dari posyandu di Dusun Lemah Ireng, Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan. Beberapa bayi yang kondisinya membaik sudah diperbolehkan pulang.

Bayi dibawa orang tuanya ke posyandu pada Kamis (24/5) pagi. Pada malam harinya bayi mengalami kejang-kejang. Dinihari tadi sekitar pukul 02.00 WIB bayi-bayi itu dibawa ke rumah sakit.

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT