Polisi Sita Rp2,6 Miliar Hasil Para Hacker Bobol Kartu Kredit

PERISTIWA | 6 Desember 2019 20:00 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Pengungkapan kasus pembobolan kartu kredit yang dilakukan 18 pemuda di Surabaya beberapa waktu lalu terus dikembangkan oleh polisi. Hasilnya, uang sebanyak Rp2,6 miliar disita polisi dari salah satu rekening pelaku.

Penyitaan terhadap uang sebesar Rp2,6 miliar ini diungkapkan Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Ia menyatakan, berdasarkan hasil pengembangan penyidik dari digital forensik, polisi menemukan adanya aliran dana yang mengarah pada beberapa pihak.

"Jadi kami sampaikan dari pada kasus kejahatan cyber yang di mana pelakunya ada 18 orang kemarin, dari hasil penyelidikan ada transaksi aliran dana," ungkapnya, Jumat (6/12).

Dia menambahkan, polisi mendapati salah satu nama berinisial NR, yang di dalam rekeningnya terdapat uang dengan nilai fantastis.

"Setelah ditelusuri akhirnya kami dapatkan dari saudara NR yang saat ini sedang diperiksa, dan ini ada di bank sebagian sudah ditarik ya. Jadi sudah begitu kejadian di bank ada sebagian dari tarik, dan kita sebagiannya belum dan kami korelasi ada sebesar Rp2,6 miliar sementara ini," tambahnya.

Selain uang, polisi juga menemukan mobil-mobil mewah yang diduga dibeli dari hasil kejahatan. Untuk menelusuri sampai sejauh mana, kini penyidik masih menelusuri aliran dana tersebut.

"Jadi ada Rp2,6 miliar yang kita sita dan ini kami akan kita kembangkan ada dua mobil, yang di mana hasil kejahatan ini untuk beli mobil dan ada akan kami ke mana yang lain. Karena ini dari para pelaku pelaku ini masih banyak yang bisa kita dalami ya, karena masih ada yang tertutup," tandasnya.

Luki menduga, pada kasus tersebut ada banyak komunikasi maupun transaksi dengan pihak dari luar negeri seperti dari Amerika Serikat maupun dari Eropa. Untuk itu polisi berkoordinasi dengan Kedutaan Besar masing-masing negara.

"Kemungkinan nanti pihak penyidik akan koordinasi dengan pihak Kedutaan. karena ini ada perusahaan-perusahaan besar. Apa hubungannya ya nanti kita akan komunikasi. ini agak panjang ceritanya," kata Luki.

Mengenai kemungkinan adanya kerja sama antara bank dengan tersangka untuk menarik data nasabah, Luki menyatakan masih mendalaminya.

"Kasus ini nanti akan menarik tapi harus pelan-pelan. TPPU-nya kita akan kembangkan juga nanti dari saudara NR, di mana kejahatan ini ditampung dalam satu rekening ya. Dari situ nanti baru dialirkan kepada rekening-rekening tertentu. Jadi udah udah ketahuan ini alirannya," kata dia.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan, saat dilakukan penindakan, NR berusaha menyembunyikan uang tersebut.

"Yang bersangkutan (NR) berusaha untuk menyembunyikan, maka ada yang ditarik sejumlah kurang lebih Rp700 juta dari rekening NR maupun si H. Jadi itu yang kita amankan," ujarnya.

Terkait dengan kasus ini, Gidion memastikan masih akan terus melakukan pengembangan, termasuk jika nantinya ada kemungkinan tersangka baru. "Masih terus kita kembangkan," tegasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
VIDEO: Polisi Tangkap 18 Hacker Pembobol Kartu Kredit Beromzet Miliaran
Gerebek Markas Hacker, Polisi Tetapkan 18 Orang Sebagai Tersangka Kasus Penipuan
Ini Alasannya Komplotan Hacker Surabaya Pilih Bobol Kartu Kredit Warga Eropa
Curi Data e-Banking Lewat SIM Card, 2 Pelaku Bobol Kartu Kredit Hingga Rp1 Miliar
Polisi Gerebek Markas Pembobol Kartu Kredit di Surabaya, Puluhan Orang Diamankan
Waspada, Transaksi di Sini Rawan Terjadi Pembobolan Kartu Kredit

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.