Polisi Surati Imigrasi Minta Veronica Koman Dicekal dan Paspor Dicabut

PERISTIWA | 7 September 2019 16:02 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan perkembangan penyidikan terkait Papua yang menjerat Veronica Koman. Ia menyebut, penyidik telah mengirimkan surat pada Keimigrasian untuk melakukan pencekalan dan pencabutan paspor milik Veronica Koman.

Menurut Luki, terkait dengan penyidikan tersangka Veronica, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi 3 orang dan saksi ahli. Tidak hanya itu, penyidik juga telah melayangkan surat panggilan kepada tersangka (VK) ke dua alamat yang ada di Indonesia yaitu di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

"Tim kami sudah ada di sana. Tim kami juga sudah bekerja sama dengan Tipidter melayangkan surat bantuan konfirmasi terhadap tersangka di salah satu negara tersebut," kata Luki, Sabtu (7/9).

Ia menambahkan, untuk mempercepat proses penyidikan pihaknya juga telah membuat surat ke Dirjen Imigrasi untuk bantuan pencekalan dan pencabutan paspor.

"Kami juga sudah membuat surat ke Dirjen Imigrasi untuk bantuan pencekalan dan pencabutan paspor tersangka atas nama Veronica Koman Leo," tandasnya.

Sebelumnya, Veronica Koman ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim karena dianggap telah menyebarkan hoaks dan provokasi dalam kaitannya dengan Papua. Ia pun dijerat dengan undang-undang berlapis, yakni, UU ITE, KUHP pasal 160, UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008.

Dalam kasus insiden di Asrama Mahasiswa Papua sendiri, Polda Jatim juga telah menetapkan Koordinator aksi pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya, Tri Susanti alias Mak Susi, sebagai tersangka ujaran kebencian dan provokasi insiden tersebut.

Susi dijerat pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 160 KUHP, pasal 14 ayat (1) ayat (2) dan pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Selain Susi, Polda Jatim juga telah menetapkan tersangka lain berinisial SA. Dalam kasus ini, ia diduga melakukan tindak diskriminasi ras. Artinya hingga kini total sudah ada tiga tersangka dalam insiden Asrama Mahasiswa Papua, sejak 16 Agustus lalu.

Baca juga:
Veronica Koman Tersangka Provokasi Papua, Istana Serahkan Pada Proses Hukum
Sosok Veronica Koman, Pendamping Hukum yang Peduli Isu Papua dan Pencari Suaka
Aksi-Aksi Veronica Koman Sebagai Aktivis, Dari Bela Ahok Hingga Papua
Polda Jatim Sebut Veronica Koman Berada di Luar Negeri
Kontras Sayangkan Polisi Tetapkan Veronica Koman Tersangka Soal Papua
Terpantau Berada di Luar Negeri, Veronica Koman Diburu Interpol Usai Jadi Tersangka
LBH Anggap Penetapan Veronica Koman Jadi Tersangka Provokasi Soal Papua Terlalu Dini

(mdk/gil)