Polisi Surati LSF Lantaran Video 'Bau Ikan Asin' Ada Tulisan Lulus Sensor

PERISTIWA | 16 Juli 2019 15:09 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Penyidik Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Baru saja menyurati Lembaga Sensor Film (LSF) terkait video 'Bau Ikan Asin'. Dalam video yang dibuat tersangka Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua tersebut ada tulisan telah lulus dari Lembaga Sensor Film.

"Dari penyidik sudah melayangkan surat ke Lembaga Sensor Film karena dalam video tersebut ada tulisan bahwa lulus dari lembaga sensor film," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (16/7).

Dalam surat itu, polisi ingin mengetahui secara pasti dan ingin meminta tanggapan dari Lembaga Sensor Film mengenai kebenarannya.

"Makanya akan kita kroscek apakah benar seperti itu," kata Argo.

Seperti diketahui, dalam kasus 'ikan asin' dengan pelapor Fairuz A Rarif, Pablo, Rey Utami dan Galih Ginanjar sudah menjadi tersangka pencemaran nama baik melalui ITE. Polisi melakukan penggeledahan untuk mencari barang bukti terkait tayangan konten 'mulut sampah' di akun Youtube Rey Utami.

Selain itu, Pablo juga terlapor kasus dugaan penipuan dan penggelapan mobil kredit. Laporan itu masuk pada 26 Februari 2018 lalu. Pablo selalu mangkir dari panggilan polisi dengan alasan sakit.

Mobil diduga digelapkan Honda Jazz dan Honda HRV. Pablo selaku debitur tidak membayar cicilan tetapi memindah tangankan mobil tersebut kepada orang lain.

Baca juga:
Kontroversi Konten 'Mulut Sampah' Rey Utami dan Pablo Benua Sindir Artis Terkenal
Galih, Pablo dan Rey Ditahan, Hotman Paris Sebut Kemenangan Semua Wanita Indonesia
Galih, Pablo dan Rey Ditahan, Fairuz: Polisi Sudah Melakukan Keadilan dan Kejujuran
Rey Utami buat Laporan Kehilangan, Polisi Curigai Bukti 'Ikan Asin' Dihilangkan
Kasus 'Bau Ikan Asin', Polisi Jemput Paksa Galih Ginanjar di Hotel

(mdk/eko)