Polisi Tahan Tiga Tersangka Pengeroyok Peserta Pra Diksar Menwa di Palembang

PERISTIWA | 4 November 2019 12:50 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Setelah melakukan pemeriksaan dalam tingkat penyidikan, polisi menahan tiga tersangka kasus dugaan pengeroyokan hingga tewas peserta pra Diksar Menwa, Muhammad Akbar (19). Mereka terancam 12 tahun penjara.

Ketiga tersangka berinisial RWS (19), KI (19) dan IS (20). Semuanya adalah panitia kegiatan dan berstatus mahasiswa aktif.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli Bahuri mengungkapkan, penetapan tersangka berdasarkan keterangan saksi dan hasil visum terhadap jenazah korban. Penyidik menemukan fakta menguatkan dan meyakinkan.

"Dari semua petunjuk itu, kita simpulkan kematian korban akibat kekerasan dan kita tetapkan tiga tersangka," ungkap Firli, Senin (4/11).

Dalam kasus ini, penyidik mengamankan barang bukti dari tiga tersangka. Yakni, beberapa pakaian dan sepatu PDL Menwa, kaos, baret Menwa, dan senter. Ketiga tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

"Mereka sudah kita lakukan penahanan di Mapolres Ogan Ilir," ucapnya.

Muhammad Akbar tewas saat mengikuti pra Diksar Menwa di Tanjung Senai, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (17/10). Penyebabnya diduga karena keletihan mengikuti rangkaian kegiatan.

Mahasiswa semester tiga itu mengikuti Diksar Menwa gabungan bersama peserta dari Universitas Muhammadiyah Palembang. Dari kampus korban ada empat perwakilan, termasuk dirinya.

Setelah beberapa hari mengikuti beragam rangkaian kegiatan, kaki korban mengalami kram, Rabu (16/10) siang. Setelah diperiksa seniornya, korban akhirnya dibawa ke rumah sakit. Tak lama dalam perawatan medis, korban tewas. Untuk kebutuhan penyelidikan, jenazahnya dibawah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

(mdk/noe)