Polisi Tangkap 17 Orang Diduga Terkait Pembakaran Pos Lantas Slipi & Amankan Molotov

PERISTIWA | 25 September 2019 09:25 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Belasan orang diamankan Polres Metro Jakarta Barat usai demonstrasi di depan Gedung DPR MPR, Selasa (24/9). Mereka diduga provokator yang menyebabkan demo berujung kericuhan.

"Saat ini kami sudah mengamankan sebanyak 17 orang terkait kasus perusakan dan pembakaran pos lantas Slipi," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, Rabu (25/09).

"Mirisnya, dari para pelaku yang berhasil diamankan rata-rata mereka masih di bawah umur," sambungnya.

Aksi unjuk rasa terkait penolakan RUU KUHP ini diduga dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat kerusuhan. Sebab pola yang digunakan para pelaku yang berhasil diamankan hampir mirip dengan kejadian saat aksi 21-22 Mei lalu. Kendati demikian, kepolisian masih mendalami dugaan tersebut.

"Kami mencurigai aksi anarkis tersebut ditunggangi oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini. Para pelaku yang diamankan juga berasal dari luar daerah atau luar Jakarta, ini yang patut kita curigai dan akan terus kita dalami," bebernya.

Dalam penangkapan itu, kepolisian amankan beberapa barang bukti yang diduga dipakai saat kericuhan.

"Beberapa barang bukti berupa bom molotov, gir, batu dan petasan berhasil disita," pungkasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
17 Pembakar Pospol di Kolong Fly Over Slipi Ditangkap, Pelaku dari Luar Jakarta
3 Halte Transjakarta Rusak dan Setop Beroperasi Akibat Demo Ricuh di DPR
Ricuh Demo di DPR, Mahasiswa Universitas Al Azhar Kritis Akibat Tengkorak Retak
Kapolda Sulsel Janji Tindak Anggota Terkait Insiden Pengamanan Demo Masuk Masjid
KPK Jawab Tudingan Kumpulkan Perwakilan Mahasiswa Sebelum Demonstrasi di DPR
VIDEO: Saat Mahasiswa Turun ke Jalan, Tolak RUU Kontroversial

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.