Polisi Tangkap 2 Pencuri Ternak Gunakan Senpi di Perbatasan RI-Timor Leste

Polisi Tangkap 2 Pencuri Ternak Gunakan Senpi di Perbatasan RI-Timor Leste
2 Pencuri Ternak Gunakan Senpi di Perbatasan RI-Timor Leste. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 1 Agustus 2021 04:31 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Aparat Kepolisian Resor Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil mengamankan dua orang pelaku pencurian ternak sapi yang sudah sangat meresahkan.

Dalam aksinya, kedua pelaku menggunakan senjata api jenis rakitan. Mereka ditangkap pada Jumat (30/7) di Desa Tukuneno Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Sejak Sabtu (31/7), kedua pelaku yang SE (35) dan PA (56) itu telah ditetapkan sebagai tersangka, dan resmi ditahan di dalam sel.

Kapolres Belu, AKBP Khairul mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan warga yang mendengar bunyi letusan di dalam hutan.

Ketika warga mendatangi sumber bunyi letusan, didapati tersangka dan beberapa orang temannya, sedang membagi-bagi daging hewan hasil curian mereka.

Warga langsung melaporkan temuan ini kepada pihak kepolisian. "Pasca mendapat laporan, petugas kepolisian langsung terjun ke lokasi kejadian dan menangkap pelaku SE, beserta barang bukti berupa sisa daging dan sepucuk senjata api, beserta sebilah parang yang digunakan pelaku untuk mencuri," jelasnya, Sabtu (31/7).

Polisi kemudian mengembangkan pemeriksaan dan melakukan penyidikan, sehingga dari pelaku SE, polisi mendapat informasi soal keterlibatan pihak lain dan tersangka PA berhasil ditangkap.

"Tersangka SE mengaku kalau senjata api merupakan milik tersangka PA. SE dan PA sering bekerjasama dalam melakukan aksi pencurian itu," ungkap Khairul.

Kepada penyidik yang memeriksanya, tersangka SE mengakui dia bersama PA sebagai pelaku utama dalam aksi pencurian ini.

"Mereka (SE dan PA) mengakui seluruh perbuatannya. keduanya melakukan ini karena tuntutan ekonomi," ujar Khairul.

Kapolres Belu juga menjelaskan, meskipun kini sudah ada dua tersangka namun pihaknya akan terus melakukan pengembangan, karena diduga masih banyak komplotan pencuri lainnya yang masih berkeliaran.

"Setelah melalui tahapan penyelidikan maka hari ini kita tetapkan dua tersangka yang merupakan aktor dibalik kasus pencurian ternak yang menggunakan senjata api," tegas Kapolres Khairul.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 1e dan 4e KUHP dan pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (mdk/ray)

Baca juga:
Modus Minta Tolong, Dua Pencuri di Medan Bawa Kabur Motor Korban
Menganggur Selama Pandemi, Sopir Travel di Bali Nekat Curi Handphone
Uang Rp20 Juta Dibawa Sopir Mobil Boks Raib Saat Isi Bensin di SPBU Kosambi
Jadi Gembong Pencurian Ternak, Pecatan Polisi di Kupang Terancam 5 Tahun Penjara
Dua Maling Tepergok Curi Kabel Tembaga Pertamina di Muara Badak Kaltim

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami