Polisi Tangkap Aktor di Balik Tersebarnya Ajaran Sesat Nabi Sensen di Garut

PERISTIWA | 17 Juni 2019 00:06 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Kepolisian Resor Garut menangkap pria berinisial H, yang diduga sosok di belakang menyebarnya selebaran dan surat pengakuan Sensen Komara sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Allah.

H ditangkap di rumahnya di Kampung Saga, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.

"Sudah diamankan kemarin di wilayah Polsek Caringin," kata Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Minggu (16/6) usai memberikan bantuan sosial di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul.

Kapolres menyebut penangkapan terhadap H dilakukan setelah pihaknya menerima informasi adanya sebaran selebaran dan surat pengakuan tentang warga di Kecamatan Caringin yang mengakui Sensen Komara sebagai Presiden Pusat Republik Indonesia, Imam Negara Islam Indonesia, dan Rasul Allah.

"Usai menerima laporan kita langsung mengamankan sosok yang diduga menjadi aktor tersebarnya selebaran dan surat tersebut. Namun kita masih melakukan pemeriksaan kepada H untuk lebih mendalaminya. Termasuk juga memeriksa adanya penodaan agama," katanya.

Kasus penodaan agama yang terjadi, disebut Budi memiliki keterkaitan dengan kasus serupa setahun yang lalu. Pihaknya sendiri sengaja langsung mengamankan H untuk mengantisipasi kemungkinan adanya reaksi masyarakat yang dikhawatirkan mengganggu stabilitas keamanan Kabupaten Garut, khususnya di sekitar tempat tinggal Hamdani di Kecamatan Caringin.

"Ada bukti otentik selembar kertas yang mendeklarasikan masyarakat seputar Caringin mengakui Sensen sebagai rasul dan lainnya. Ini sedang kami dalami, apakah semua waras atau tidak. Yang mendeklarasikan adalah pengikut Sensen (H aktornya). Saya perintahkan Kasat Reskrim untuk mengamankan untuk mengantisipasi potensi konflik," jelasnya.

Jika berdasarkan hasil pemeriksaan Hamdani memenuhi unsur penodaan agama, menurut Kapolres maka ancaman yang dihadapinya adalah kurungan lebih dari 4 tahun. Namun dia menyebut bahwa penulis selebaran dan surat pengakuan belum diamankan karena diduga yang memerintahnya adalah H.

"Kalau ada perkembangan kita amankan," ucapnya.

Untuk Sensen Komara, kasusnya sudah berlangsung sejak lama, namun pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali. Namun dia menjelaskan, saat Sensen terjerat kasus yang sama pihak kedokteran menyatakan bahwa ia mengalami sakit jiwa.

"Saran dari kepolisian (saat itu) Pemda ikut bantu rehabilitasi, jadi agar tidak terjadi lagi," ungkapnya.

Baca juga:
Polisi Buru Penyebar Surat Pengakuan Sensen Presiden Pusat RI dan Rasul Allah
Pengikut Sebar Surat Sensen Komara Presiden Pusat Republik Indonesia dan Rasul Allah
Fakta-Fakta Sosok Winardi, Orang yang Mengaku Imam Mahdi
Pengakuan Winardi yang Mengklaim Sebagai Imam Mahdi di Depok
Heboh Undangan Buka Puasa di Depok Dihadiri Imam Mahdi
Abdul Majid nabi palsu asal Karawang sempat alami gangguan kejiwaan

(mdk/ian)

TOPIK TERKAIT