Polisi Tangkap Komplotan Spesialis Pencuri Baterai Tower di Kupang

Polisi Tangkap Komplotan Spesialis Pencuri Baterai Tower di Kupang
Komplotan Spesialis Pencuri Baterai Tower di Kupang. ©2021 Merdeka.com/Ananias Petrus
NEWS | 18 Oktober 2021 00:01 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Unit Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTT berhasil mengungkap komplotan spesialis pencuri baterai tower milik PT. Telkomsel Ns. Kupang. Komplotan ini sering beroperasi di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Tiga pelaku yang berhasil diringkus yakni, YMU alias YES alias Stuken (31), JR alias Epan (28), dan DJR alias Rian (31) di lokasi berbeda di Kota Kupang.

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula saat mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya oknum yang akan menjual baterai mirip baterai tower milik PT. Telkomsel di seputaran Oeba dan seputaran Alak, Kota Kupang.

"Mendapatkan informasi tersebut tim Unit Resmob Ditreskrimum Polda NTT dipimpin oleh Ipda Enos B.Bili melakukan penyelidikan, dan pada hari Jumat tanggal 15 Oktober 2021 sekira pukul 15.00 Wita, tim berhasil mengamankan YMU yang membawa dua unit baterai tower merek Shoto yang akan dijual di daerah Oebufu, Kota Kupang," jelasnya, Minggu (17/10).

Saat diperiksa, para pelaku mengakui sudah beberapa kali mencuri baterai tower milik PT. Telkomsel di wilayah BTN Kolhua dan Maulafa. Setidaknya sebanyak 18 Unit baterai merek Shoto dan dijual kepada nelayan di seputaran Oeba, Kota Kupang.

Pelaku YMU juga mengakui pernah melakukan aksi bersama-sama dengan JR dan DJR di beberapa tower yakni, di Maulafa, TDM I, TDM Manis, Penfui Timur, Naimata, NBD dan BTN sebanyak 32 Unit baterai Shoto.

Berdasarkan dari pengakuan dari YMU, tim berhasil mengamankan JR di kediamanya di Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, dan DJR di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Selanjutnya ketiga orang tersebut dibawa ke Ruang Resmob Subdit III Jatanras, Ditreskrimum Polda NTT untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Apabila para pelaku terbukti bersalah, kami akan proses sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku," tutup Krisna. (mdk/fik)

Baca juga:
Kakek yang Bacok Pencuri Ikan di Demak Masih Ditahan, Ini Alasan Polisi
Bak Robin Hood, Usai Gasak Uang Rp6 juta Maling Ini Bagikan ke Orang Kurang Mampu
Viral di Media Sosial, Dua Bajing Loncat di Cakung Dibekuk Polisi
Lagi Ijab Kabul, Tas Pengantin Dicuri Tamu Tak Diundang
Kakek di Demak Ditahan karena Bacok Pencuri, Ini Penjelasan Polisi
Marak Pencurian Kelapa Sawit Bikin Warga di Labura Resah, Begini Tanggapan DPRD

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami