Polisi Tangkap Sindikat Pembobol Brangkas Kantor Anak Cabang PT Gudang Garam

PERISTIWA » MAKASSAR | 12 Desember 2019 12:36 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Polisi berhasil menangkap sindikat pembobol brangkas milik PT Surya Madistrindo, anak cabang PT Gudang Garam Tbk di Kabupaten Sidrap, Sulsel. Dalam aksinya, mereka berhasil mengambil Rp697.542.200 pada Jumat (29/11) lalu.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Polisi Adnas mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan lima orang pelaku pembobolan brangkas. Mereka ditangkap di lokasi berbeda, ada di Makassar hingga di Desa Tial, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Dan empat orang pelaku lainnya saat ini masih buron.

"Mereka ditemukan hingga ke daerah Maluku yakni Muhammad Tuanaya yang merupakan otak dari kejahatan ini. Dia adalah residivis dan merupakan kapten komplotan spesialis pembobol brangkas di sejumlah daerah termasuk di wilayah hukum Polda Sulsel," katanya di Mapolda Sulsel, Kamis (12/12).

Dia mengungkapkan, lima pelaku tersebut adalah Muhammad Tuanaya (44) alias Ronde, Rongge warga asal Maluku Tengah. Empat pelaku lainnya adalah warga Kota Makassar dan Kabupaten Maros yakni Tama Jaya (29), Amran (35), Rika (24) dan Darwin (44).

Dari hasil kejahatan pelaku, tersisa Rp144 juta yang ditemukan dan disita sebagai barang bukti. Selain itu polisi juga mengamankan linggis, brangkas kecil warna biru, mobil dan beberapa buah ponsel.

"Ke limanya punya peran masing-masing. Ada yang bertugas mengawasi aksi, membongkar, penyedia transportasi dan ada juga yang dititipi uang. Imbalannya pun dibagi-bagi sesuai peran masing-masing. Saat ini masih DPO empat pelaku berinisial iw, br, dw dan tn," ujarnya.

Adnas menjelaskan, Muhammad Tuanaya adalah residivis yang pernah tertangkap tahun 2017 lalu setelah membobol brangkas milik kantor PDAM Makassar dan membawa kabur uang tunai senilai Rp1,2 miliar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Benny Pronika menambahkan, sebelum para pelaku menjalankan tindak kejahatannya, terlebih dahulu mereka menggambar situasi dan membagi peran masing-masing. Aksinya terekam CCTV.

"Sasaran komplotan ini adalah perusahaan-perusahaan besar, kantor dan gudang," ujarnya.

Para pelaku disangkakan melanggar pasal 363 ayat 1 ke 3e, 4e, 5e dan ayat 2 KUHPidana junto pasal 480 KUHPidana dengan ancaman pidana selama-lamanya 9 tahun penjara. (mdk/fik)

Baca juga:
Perampok Satroni Warung di Siak, Sandera Anak Istri Korban dan Tembak Dua Satpam
2 Perampok Bersenjata Pedang Samurai Satroni Minimarket di Tangerang
Ditangkap di NTB, Perampok Turis Spanyol di Bali Ditembak Polisi
Polisi Tangkap 7 Anggota Geng Perampok Toko Kelontong di Depok
Kabur ke NTB, Perampok Turis Wanita di Bali Ditangkap Polisi
Driver Taksi Online Ditusuk Penumpang di Tol Merak, Mobil Dibawa Kabur

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.