Polisi Tangkap Tiga Maling Spesialis Gembos Ban dan Begal di Samarinda

Polisi Tangkap Tiga Maling Spesialis Gembos Ban dan Begal di Samarinda
PERISTIWA | 7 Juli 2020 00:33 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Tiga komplotan spesialis pencurian modus gembos ban, pecah kaca, hingga begal, diringkus polisi. Sementara ini, tercatat mereka sudah beraksi 22 kali kejahatan, di berbagai ruas jalan di Samarinda.

Satu per satu pelaku adalah Putra (23), Mikel (25) dan Rian (41) dibekuk tim gabungan Reskrim Polsek Samarinda Kota, Polsek Samarinda Seberang, serta Polresta Samarinda, di dua kawasan berbeda.

"Kenapa baru kami sampaikan hari ini, karena kami perlu waktu untuk mengumpulkan barang bukti yang berhasil kami dapatkan, seperti perhiasan hasil kejahatan," kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Yuliansyah di kantornya, Senin (6/7).

Dia menerangkan, aksi warga Samarinda, Kalimantan Timur itu sudah sangat meresahkan. Aksi ketiga pelakunya cukup terencana dengan baik. Mulai dari pemecah kaca mobil, penggembos ban mobil, hingga begal di jalanan.

"Sampai kepada yang berperan sebagai eksekutor. Ada golok kami amankan, tapi belum digunakan saat beraksi," ujarnya.

Dari 22 lokasi kejadian, satu diantaranya adalah pencurian tas wanita di dalam mobil berisi perhiasan bermodus gembos ban, dengan kerugian sekitar Rp100 juta, Jumat (26/6) siang lalu di Jalan KH Ahmad Dahlan.

"Korban sudah diikuti setelah keluar dari ATM. Ban mobil yang sudah digembosi terus diikuti. Juga, jambret (begal), mereka memepet korban lalu merampas perhiasan korban," ungkap Yuliansyah.

1 dari 1 halaman

Dia menambahkan, saat penangkapan pelaku di rumah kontrakan di Jalan M Said, ternyata korban mengaku sebagai pedagang di pasar malam. "Tetangga bilang, pelaku menggelar selamatan, setelah dagangan banyak terjual. Ternyata kan, bukan karena dagangan terjual, tapi berhasil berbuat kejahatan di jalanan," terang Yuliansyah.

Kasus itu sendiri, apabila tidak terungkap, pelaku berencana beraksi di banyak lokasi lainnya. Ketiganya kini meringkuk di sel penjara, dengan jeratan pasal 363 dan 365 KUHP tentang Pencurian.

"Kami perhatikan kronologi kejadian, dan cara bertindak, mereka yang jelas bukan pemain baru, semua terorganisir. Dua dari 3 pelaku ini residivis. Dan, masih ada 1 orang lagi masuk DPO (Daftar Pencarian Orang), karena sebagai perencana dan inisiator," tutup Yuliansyah. (mdk/fik)

Baca juga:
Tukang Ojek di Depok Tewas usai Ditusuk Pelaku Begal
Disergap Saat Isi BBM, Begal di OKU Timur Tewas Usai Berduel dengan Polisi
Baku Tembak, Polisi Luka dan Begal Tewas
Terjerat Utang, 2 Tukang Parkir Asal Palembang Begal Pengemudi Taksi Online
Erna Saksikan Suami Ditembak Begal Hingga Tewas
Begal Sadis Beraksi di Banyuasin, Penjual Cilok Tewas Ditembak Saat Bonceng Istri

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami