Polisi Tegaskan Pembatasan Internet di Papua Bukan untuk Tutupi Fakta

PERISTIWA | 2 September 2019 20:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo membantah pembatasan akses internet sengaja dilakukan untuk menutupi peristiwa sebenarnya yang terjadi di Papua. Menurutnya, pembatasan itu guna menyebarnya berita hoaks.

"Dibatasi dulu untuk menghindari berita hoaks itu meluas di masyarakat dan memicu anarkis terjadi," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/9).

Dedi menyebut, tidak ada pembatasan akses informasi dari Papua. Rencananya juga akan ada media center yang dibentuk khusus terkait kabar terbaru atas kondisi di sana.

"Kan setiap hari kan di-update terus. Minggu depan akan ada media center, semua di Menko Polhukam nanti," jelas dia.

Lebih lanjut, kata Dedi, terdata ada 52 ribu konten hoaks yang tersebar di media sosial terkait kerusuhan Papua. Jika pemberitaan bohong tersebut tidak diredam, besar kemungkinan kerusuhan tidak terhenti total.

"Ketika ada pembatasan akses internet, menurun drastis (aksi kerusuhan) dan bisa dikendalikan semua kejadian di lapangan," katanya.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
VIDEO: Haedar Nashir Percaya Masyarakat Papua Ingin Situasi Damai
Wiranto Sebut Benny Wenda Beri Informasi Palsu Terkait Papua ke Luar Negeri
Wiranto Batasi Akses Orang Asing ke Papua dan Papua Barat untuk Sementara
Jalankan Instruksi Kapolri, Kapolda Jamin Keamanan Mahasiswa Papua di Sulsel
Aksi Demo Menyerukan Papua Tetap NKRI di Istana Merdeka
Telan Rp70 Miliar, Perbaikan Fasilitas Umum Papua Usai Rusuh Maksimal 1 Bulan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.