Polisi Tegaskan Punya Bukti Unsur Pidana Dilakukan Petinggi dan Anggota KAMI

Polisi Tegaskan Punya Bukti Unsur Pidana Dilakukan Petinggi dan Anggota KAMI
Brigjen Pol Awi Setiyono. ©2020 Merdeka.com/Antara
NEWS | 16 Oktober 2020 19:52 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polisi telah menangkap sejumlah orang serta menetapkan tersangka terkait aksi unjuk rasa penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. Mereka langsung dilakukan penahanan.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, beberapa tersangka yang ditangkap itu karena dianggap telah terpengaruh dengan hoaks di media sosial terkait Undang-undang Cipta Kerja.

"Beberapa tersangka yang ditangkap, pendemo yang ditangkap dijadikan tersangka kan menyampaikan bahwasannya yang bersangkutan terpengaruh gara-gara hoaks medsos, ajakan-ajakan demo," kata Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/10).

Namun, ia tak menjelaskan secara detail apakah hoaks di medsos itu berkaitan dengan penangkapan petinggi KAMI atau tidak. Awi menilai, penyidik akan menyusun konstruksi hukum tersebut.

"Itu kan suatu tugasnya penyidik untuk membuat konstruksi hukum. Sehingga, apa yang dikatakan yang bersangkutan di medsos, kemudian ditarik benang merah sampai di lapangan, implementasinya bagaimana, itu kan tugas penyidik untuk membuktikan itu," ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk menetapkan para pelaku menjadi tersangka tersebut penyidik telah mempunyai dua alat bukti yang dinilainya cukup untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka.

"Oh iya (bisa dibuktikan), kalau penyidik itu sudah menahan seseorang, mentersangkakan seseorang, itu sudah tidak ada keragu-raguan lagi. Minimal dua alat bukti yang cukup, bukti permulaan yang cukup sudah berani dengan melakukan penahanan itu berarti penyidik sudah cukup bukti permulaannya," ungkapnya.

Kini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut meski sudah menetapkan beberapa orang menjadi tersangka. Salah satunya yakni untuk mendalami, apakah kerusuhan di Jakarta dan Medan tersebut saling berkaitan atau tidak.

"(Pegungkapan dimulai dari WAG Medan) Enggak, beda-beda. Kasusnya kan beda-beda. (Berkaitan) Itu lagi di dalami benang merah itu," tutupnya.

Baca Selanjutnya: Sebelumnya Polisi melalui Direktorat Siber...

Halaman

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami