Polisi Tembak 4 Tersangka Pembobol Rumah Kosong di Denpasar

PERISTIWA | 29 Januari 2020 15:22 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kepolisian Polsek Denpasar Selatan menembak betis para komplotan pembobol rumah kosong di wilayah Denpasar Selatan karena saat dilakukan penangkapan mereka berusaha melarikan diri. Para komplotan ini bernama Andri (39) Ardimansyah (39) Hartoyo (29) dan Delly Wijaya (28).

Mereka ditangkap pada Selasa (28/1) kemarin sekitar pukul 01.00 Wita di Jalan Benasari, Nomor 4 di Kuta, Kabupaten Badung, Bali.

"Untuk tersangka ada empat orang. Ini kasus pencurian dan pemberatan. Adapun objek atau sasaran yang merupakan TKP rumah kosong ataupun tempat indekos kosong. Di mana di sini terjadi di tiga lokasi atau tiga tempat dengan tiga korban," kata Wakapolresta Denpasar AKBP I Wayan Jiartana di Mapolsek Denpasar Selatan, Rabu (29/1).

Ia menerangkan komplotan ini semuanya berasal dari Sumatera Selatan. Sementara untuk TKP yang disatroni komplotan ini, di antaranya di sebuah indekos di Jalan Raya Sesetan, Gang Ikan Pari, Denpasar Selatan dengan korban bernama Benny.

Kemudian, TKP kedua di sebuah rumah, Jalan Penyaringan, Gang Telabah Mentari, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, dengan korban seorang wanita Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda bernama Corneliske Josephine De Ruiter. Selanjutnya TKP ke tiga di sebuah indekos Griya Asri, kamar nomor 1, jalan Penyaringan, Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, dengan korban bernama Joshua Jacometti asal Negara Swiss.

"Sementara ini yang terungkap di wilayah Denpasar Selatan dan tidak menutup kemungkinan di daerah lain dan masih pengembangan," imbuh AKBP Jiartana.

Sementara untuk kerugian korban di TKP pertama mencapai Rp71 juta, lalu di TKP kedua Rp73 juta dan kemudian di TKP ketiga mencapai Rp31 juta dengan total kerugian Rp175 juta.

1 dari 1 halaman

AKBP Jiartana menerangkan, mereka datang ke Bali memang sengaja melakukan aksi pencurian rumah kosong. Berada di Bali sebelum tahun baru, mereka berencana melancarkan aksi kejahatannya sebulan lalu kembali ke Sumatera Selatan.

"Para tersangka ini selama ini menetap di wilayah Kuta tapi melakukan aksinya wilayah Denpasar Selatan. Menurut pengakuan mereka awalnya dua orang datang sebelum tahun baru dan setelah tahun baru menyusul rekannya lagi dua orang. Mungkin selama sebulan di Bali melakukan aksi setelah itu mereka akan kembali lagi untuk mencari lokasi baru," jelasnya.

Para komplotan ini, saat melakukan aksinya tidak menentu bisa pagi, siang dan malam. Hal itu, tergantung dari sasaran yang mereka targetkan yaitu rumah atau tempat indekos yang ditinggal pergi oleh penghuninya.

Sementara untuk otak komplotan tersebut ialah si Andri. Komplotan ini sebelum beraksi melakukan survei di wilayah Denpasar Selatan. Selain itu, saat melakukan aksinya mereka membawa senjata tajam bila tepergok tidak menutup kemungkinan mereka akan melukai korban.

"Mereka survei dulu setelah target didapat baru mereka eksekusi, dari tiga TKP korban saat kejadian tidak ada di tempat. Modusnya, mencari rumah kosong yang ditinggal oleh korban kemudian merusak kunci pintu atau gembok dengan menggunakan alat yang telah dipersiapkan," ujar AKBP Jiartana. (mdk/gil)

Baca juga:
Mobil Bos Ayam Dipecah Kaca di Parkiran Gedung DPRD Tangerang, Dokumen Raib
Begal Warteg Gunakan Hasil Rampasan untuk Makan dan Beli Narkoba
Kabur dan Melawan Saat Ditangkap, Satu Pelaku Begal di Warteg Terpaksa Ditembak
Empat Pelaku Begal Warteg Pesanggrahan Berhasil Ditangkap
Polisi Kembali Tangkap Rampok Warteg Pesanggrahan
Satu Perampok di Warteg Pesanggrahan Jaksel Ditangkap di OKU Sumsel

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.